Petakan Daerah Rawan Bencana

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Selasa, 22 Mei 2018 - 11:17:09 WIB   |  dibaca: 197 kali
Petakan Daerah Rawan Bencana

DIBUKA : Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban sambutan saat bintek relawan penanggulangan bencana dari BNPB di salah satu hotel di Pandeglang, Senin (21/5).

PANDEGLANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang untuk memetakan daerah yang dinilai rawan diterjang bencana alam. Pemerintah ditekankan untuk menyusun potensi bencana di masing-masing wilayah.


Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Lilik Kurniawan mengatakan, potensi bencana yang terjadi di Kabupaten Pandeglang cukup tinggi. "Kita harus mulai memetakan jenis bencana, seperti tsunami, banjir, longsor, kekeringan, itu yang harus dimulai.

Setelah mengetahui itu, maka kita harus mengambil langkah-langkah. Pemerintah harus membuat rencana penanggulangan bencana. Sedangkan untuk masyarakat, kita lakukan sosialisasi kesiapsiagaan. Selain supaya lebih siap, agar mereka juga tidak panik," kata Lilik, ditemui usai Upacara Hari Kesiapsiagaan Mitigasi Penanggulangan Bencana Tsunami di Alun-alun Pandeglang, Senin (21/5).


Lilik menyebutkan, mitigasi terdekat yang harus dilakukan adalah menghadapi momentum kemarau. Karena diperkirakan pada pertengahan tahun 2018 mendatang akan terjadinya kemarau, sehingga masyarakat diminta untuk waspada. "Yang kami khawatirkan mengenai kemarau. Jadi di bulan Agustus-September itu puncaknya kemarau, dan kami harapkan pada waktu itu kita sudah harus siap. Apa yang perlu dilakukan," imbuhnya.


Untuk mengantisipasi efek yang buruk bagi masyarakat, kata Lilik, harus disiapkan langkah penanggulangan, termasuk memanfaatkan embung sebagai sarana yang diprioritaskan untuk mengatasi kekeringan. "Kami akan mengajak BPBD memetakan daerah yang kemungkinan menjadi titik rawan bencana. Setelah itu dilakukan langkah-langkah seperti menyiapkan masyarakatnya, logistik, menyiapkan kapasitas di desa dan kecamatan," katanya.


Bupati Pandeglang, Irna Narulita menuturkan, dalam upaya pengurangan risiko bencana, pemerintah daerah sudah membuat layanan Pandeglang siaga 112 yang berfungsi untuk pengaduan bencana yang bisa direspon dengan cepat. "Akan tetapi lanjut bupati, semua elemen masyarakat harus merapatkan barisan meningkatkan koordinasi terpadu dan kesinambungan serta berperan secara aktif," ungkapnya.


Sementara itu, Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban yang langsung membuka acara bimbingan teknis relawan penanggulangan bencana dari BNPB di salah satu hotel di Pandeglang berharap peserta yang mengikuti kegiatan itu dapat mengetahui bagaimana ketika menghadapi bencana alam terjadi. "Saya harap mtigasi ini dipahami dengan baik, dan sampaikan ke masyarakat bagaimana yang harus dilakukan jika bencana terjadi," harapnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook