Produksi Sampah Bertambah 15 Kubik

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 22 Mei 2018 - 11:46:19 WIB   |  dibaca: 671 kali
 Produksi Sampah Bertambah 15 Kubik

OLAH SAMPAH : Alat berat mengaduk-aduk sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, kemarin. Pada bulan Ramadan, volume sampah meningkat.

SERANG- Terjadi penambahan produksi sampah selama bulan puasa Ramadan. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang terjadi peningkatan sebanyak 15 kubik sampah setiap harinya.

Koordinator Angkutan Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang Agam mengatakan bahwa seiring dengan semakin banyaknya pusat jajanan selama Ramadan menyebabkan sampah yang dihasilkan warga Kota Serang semakin bertambah.

Bila pada hari biasa sampah yang dihasilkan mencapai 1.600 kubik, selama Ramadan ada penambahan volume sampah sebanyak 15 kubik.“Sekarang kan banyak pasar dadakan kayak di Islamic Center, Pasar Lama, Pasar Rau, dan lainnya,” kata Agam, Senin (21/5).


Agam mengungkapkan bahwa konsumsi kelapa muda di Pasar Lama, misalnya, saat Ramadan mengalami peningkatan signifikan. Hal inilah yang menyebabkan jumlah sampah yang berasal dari batok kelapa semakin meningkat.“Pasar Rau sudah pasti juga menghasilkan banyak sampah karena pasar tradisional,” katanya.


Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Bahrudin mengatakan bahwa sampah yang ada di Kota Serang setiap harinya diambil setiap pukul 05.00 dan pukul 15.00. Saat ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang memiliki 23 armada sampah dengan 138 petugas kebersihan.
 
Meski ada penambahan jumlah sampah, namun sampai saat ini sampah masih dapat diangkut dengan jadwal yang sudah ditentukan. Namun mulai hari ke-15 Ramadan akan ada penambahan waktu pengambilan sampah, dari dua kali pengambilan menjadi tiga kali pengambilan, dengan jadwal yang semula pukul 05.00 dan pukul 15.00 ditambah dengan pada malam hari.

Hal ini disebabkan karena volume sampah yang akan semakin meningkat sampai dengan Hari Raya Idul FItri.“Sampah yang diambil hanya yang ada di TPS. Yang aktif sekarang ada 30 TPS,” katanya.


Bahrudin mengungkapkan bahwa kendala pengelolaan sampah selama ini adalah adalah ketidaksinkronan antara waktu pengambilan sampah dengan waktu warga membuang sampah. Kerap terjadi petugas sudah selesai mengangkut sampah tetapi beberapa saat kemudian warga membuang sampah kembali, sehingga sampah di TPS seperti kelihatan numpuk dan tidak terangkut petugas.

“Mestinya waktu warga ngebuang sampah sinergi dengan waktu petugas ngambil sampah dari TPS,” tuturnya seraya menambahkan tahun ini rencanannya akan ada uang lembur untuk para petugas kebersihan.
 

Bulan Ramadan yang sejatinya mendorong mengajarkan manusia agar menahan hawa nafsu, termasuk dari konsumsi, kerap kehilangan daya. Maka, manusia terjebak pada pola konsumsi seperti yang diramalkan teoritisi postmodernis dan sosiolog asal Perancis Jean Baudrillard dalam bukunya “Masyarakat Konsumsi”. Tak keliru bila ada anekdot yang menggambarkan perilaku masyarakat saat ini dengan kalimat “aku belanja maka aku ada.” (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook