Telat Bayar THR, Perusahaan Didenda

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 22 Mei 2018 - 11:48:12 WIB   |  dibaca: 382 kali
Telat Bayar THR, Perusahaan Didenda

THR : Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Serang Ratu Ani Nuraeni saat diwawancara wartawan terkait THR, di ruang kerjanya, Senin (21/5).

SERANG- Perusahaan-perusahaan wajib memberikan tunjangan hari raya atau THR kepada karyawan, maksimal 7 hari sebelum Lebaran (H-7 Lebaran). Bila tidak, perusahaan akan mendapatkan sanksi yakni densa sebesar 5 persen dari nilai THR.

 
Demikian dijelaskan Kepala Bidang Hubungan Industrial pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang Ratu Ani Nuraeni, kepada Banten Raya, Senin (21/5). Ratu Ani mengatakan bahwa bidang hubungan industrial akan meninjau kesiapan perusahaan-perusahaan di Kota Serang dalam memberikan tunjangan hari raya kepada karyawan mereka.

Sebab bila tidak memberikan THR seminggu sebelum Idul Fitri, maka perusahaan tersebut akan dikenakan sanksi berupa denda 5 persen dari besaran THR. “Jadi kalau pemberian THR telat, perusahaan harus memberikan 5 persen dari THR selain juga THR utuh yang harus diberikan kepada pekerja,” kata Ratu.


Ratu mengungkapkan bahwa di Kota Serang jumlah perusahaan mencapai 1.506 perusahaan berdasarkan dengan jumlah perusahaan yang wajib lapor ke Disnakertrans Kota Serang. Ia menyatakan bahwa pemantauan kesiapan perusahaan dalam memberikan THR akan dilakukan oleh 5 tim yang akan bekerja mulai 28 Mei sampai 8 Juni mendatang.“Kita juga akan buka posko pengaduan THR,” ujarnya.

Posko pengaduan berfungsi bagi karyawan yang tidak diberikan hak THR-nya oleh perusahaan. Posko pengaduan akan terus dibuka sampai dengan 7 hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Karyawan yang mengadukan nasib mereka bisa langsung datang ke posko yang tempatnya menyatu dengan kantor Disnakertrans Kota Serang di Jalan Jenderal Sudirman.


Ratu mengungkapkan bahwa aturan mengenai THR diatur dalam sejumlah peraturan, misalkan peraturan pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Dalam PP tersebut dijelaskan bahwa karyawan yang baru bekerja selama 1 bulan pun wajib diberikan THR dengan hitungan proporsional, yang disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.

Sementara bagi karyawan yang masa kerjanya minimal setahun harus diberikan THR minimal satu kali gaji.“Besaran THR adalah kalkulasi dari gaji yang setiap bulan didapatkan oleh pegawai tersebut,” katanya.
 
Aturan lain yang mengatur THR adalah peraturan menteri tenaga kerja nomor 6 tahun 2016 tentang tunjangan hari raya keagamaan. Bahkan beberapa hari yang lalu Ratu menerima surat edaran menteri ketenagakerjaan nomor 2 tahun 2018 tentang pembayaran tunjangan hari raya keagamaan yang menegaskan THR harus sudah dibagikan kepada pekerja paling lambat seminggu sebelum Lebaran.
 
Kepala Seksi Organisasi dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial pada Disnakertrans Kota Serang Rikrik Mukti menambahkan, dalam peninjaun kesiapan perusahaan dalam memberikan THR akan dilakukan kepada seluruh perusahaan yang ada di Kota Serang.

Meski demikian bila kemudian dalam kurun waktu yang sudah dijadwalkan tidak bisa menjangkau seluruh perusahaan maka bagi perusahaan yang belum sempat didatangi akan diberi tahu melalui grup WhatsApp.“Kalau tidak sempat kita ada grup WA nanti kita kasih tahu di WA,” kata Rikrik. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook