Makanan Berformalin Masih Ditemukan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 23 Mei 2018 - 11:49:09 WIB   |  dibaca: 563 kali
Makanan Berformalin Masih Ditemukan

WASPADA : Warga diharapkan teliti dalam membeli makanan.Sebab masih ada makanan di Pasar Kranggot ditemukan mengandung zat berbahaya.

CILEGON – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon menemukan bahan dan jenis makanan dengan kandungan bahan berbahaya beredar di Kota Cilegon. Hal tersebut diketahui usai disperindag mendapatkan hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten pada pekan lalu atau H -3 Puasa.


Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disperindag Kota Cilegon Emma Hermawati mengatakan, pihaknya bersama dengan BPOM Provinsi Banten melakukan pengujian sampil terhadap 20 lebih bahan makanan yang ada di Kota Cilegon, khususnya Pasar Kranggot. Hasilnya 3 jenis makanan positif mengandung bahan berbahaya berupa bahan pengawet mayat atau formalin dan pewarna sintetik berbahaya atau rhodamin.


“Hasilnya menunjukkan ada 3 jenis makanan yang mengandung bahan berbahaya rhodamin dan formalin, jenis rhodamin terdapat pada teri medan dan formalin terdapat pada cincau hitam dan sotong,” katanya kepada Banten Raya, Selasa (22/5).


Emma menjelaskan, atas temuan tersebut, Disperindag Kota Cilegon meminta dan mengimbau kepada warga untuk selektif dan waspada dalam memilih bahan dan makanan, khususnya pada bulan puasa. Sebab, banyak makanan yang bisa saja berpotensi mengandung bahan berbahaya seperti pengawet mayat dan pewarna berbahaya.


“Harus teliti dan selektif, lihat bentuknya jika tidak lazim maka jangan dibeli. Warga juga harus membeli bahan dan barang-barang sesuai dengan kebutuhan. Sebab, jika melakukan stok terlalu banyak juga akan berakibat terhadap harga di pasaran,” jelasnya.


Emma menambahkan, disperindag akan terus melakukan pemantauan terhadap bahan makanan yang mungkin mengandung potensi bahan berbahaya. Dalam waktu dekat disperindag akan melakukan pantauan terhadap parsel lebaran di beberapa tempat, seperti pasar dan swalayan.“Nanti kami berikan kabar, kami akan melakukan sidak dan pengambilan sampel untuk parsel lebaran,” imbuhnya.


Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Kranggot, Muhibun mengungkapkan, beberapa pedagang yang kedapatan menggunakan bahan berbahaya tersebut, mengaku jika sudah mendapatkannya dari distributor atau orang lain, sehingga tidak mengetahui jika makananya berbahaya.

Disamping itu, UPT Pasar juga sudah menegur langsung dan meminta kepada para pedagang dengan mengganti dagangannya atau mengambil dagangan dari distributor lainnya. “Ngakunya dari sananya sudah begitu. Jadi mereka (pedagang-red) tidak menambahkan zat apapun. Kami juga sudah memberikan peringatan. Namun, jika masih membandel maka kami akan menghentikan untuk tidak lagi berdagang di pasar,” ungkapnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook