BKP Amankan Burung Sri Gunting

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 23 Mei 2018 - 11:51:23 WIB   |  dibaca: 1197 kali
BKP Amankan Burung Sri Gunting

LEBIH KETAT : Suasana pemeriksaan bus pembawa burung di Kantor Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon, Selasa (22/5).

CILEGON - Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon berhasil mengamankan empat ekor burung sri gunting asal Sumatera yang akan dibawa ke Yogyakarta. Kepala BKP Kelas II Cilegon Raden Nurcahyo mengatakan, penahanan terhadap empat ekor burung Sri Gunting asal Jambi yang akan dikirim ke Yogyakarta lantaran tidak ada kesesuaian antara barang bawaan yang dibawa kendaraan dengan surat jalan yang ada. Bahkan, bus pembawa burung tersebut, sempat menghindar dari petugas BKP Kelas II Cilegon yang akan melakukan pemeriksaan di Pelabuhan Merak.

“Petugas Karantina Cilegon, Senin 21 Mei lalu  memeriksa ratusan burung yang dimuat dalam Bus Lintas Sumatera. Dari hasil pemeriksaan dari 653 ekor burung itu 649 ekor sudah mengantongi sertifikat kesehatan hewan dari Karantina Lampung, sedangkan empat ekor tidak memiliki dokumen karantina. Empat ekor itu beda pemilik dan disembunyikan di sasis bus, sementara kami tahan untuk proses lebih lanjut," kata Raden kepada Banten Raya, Selasa (22/5).


Kata Raden, awalnya sopir bus bermuatan burung itu berupaya untuk tidak melaporkan muatannya ke BKP Kelas II Cilegon sesaat setelah keluar Pelabuhan Merak. "Bus itu kami giring ke kantor karena ada indikasi sopir menghindar dari pemeriksaan karantina," jelasnya.


Ia menjelaskan, dalam tiga hari setelah penangkapan, dirinya menunggu pihak pemilik barang untuk melengkapi dokumen burung. Meski burung Sri Gunting tidak dilindungi, tapi tetap pengiriman hewan harus ada dokumen yang lengkap, lantaran dikhawatirkan menyebarkan penyakit. “Kalau dalam tiga hari tidak ada pemilik ke sini, nanti akan kami lepas liarkan burungnya,” jelasnya.

WASPADAI DAGING CELENG
BKP Kelas II Cilegon juga melakukan pengetatan pengawasan pengiriman hewan dan tumbuhan dari Pulau Jawa ke Sumatera atau sebaliknya melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi pengiriman barang yang tidak dilengkapi dokumen alias ilegal.


“Terutama daging celang, menjadi perhatian BKP. Masa-masa Ramadan seperti saat ini memang arus pengiriman daging meningkat, dan potensi pengiriman celeng kita waspadai. Kalau celeng biasanya dari Sumatera ke Jawa,” jelas Raden saat ditemui di kantornya, kemarin.


Raden menjelaskan, jika ditemukan pengiriman daging celang, pihaknya akan memburu pemilik dan membawa ke kasus hukum sampai tuntas. Bahkan, tahun lalu juga ada pengiriman daging celeng dari Sumatera ke Jawa dan setelah digagalkan, pemilik barang dikenakan pidana. “Biasanya daging celeng dibawa ke Jakarta, di sana bisa saja diolah menjadi makanan. Tahun lalu, ada yang dipidana, dan kasusnya sampai tuntas di meja hukum dan barang bukti kita musnahkan,” jelasnya.


Ditambahkan Raden, modus dalam pengiriman daging celeng, biasanya justru melalui angkutan penumpang atau bus. Pasalnya, jika angkutan barang atau truk itu wajib menjalani pemeriksaan di BKP Kelas II Cilegon. “Biasanya di bagasi bus, kalau daging celeng, itu untuk mengelabui petugas. Tapi, kami berkoordinasi dengan Karantina Lampung, dan Polsek KSKP Merak,” jelasnya.


Kepala Seksi Karantina Hewan Rifki Danial mengatakan, pengawasan lalu lintas pengirman daging juga dilakukan di Pelabuhan Bojonegara. Pasalnya, di Bojonegara juga dilalui angkutan dari Sumatera yang menyeberang ke Jawa. “Memang saat Ramadan lalu lintas daging meningkat, kalau daging sapi itu dari Jawa ke Sumatera itu rata-rata dokumen lengkap. Tapi, kalau daging ilegal yang kita waspadai itu dari Sumatera ke Jawa,” jelasnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook