Bangun Pengawasan Partisipatif

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 23 Mei 2018 - 11:56:34 WIB   |  dibaca: 295 kali
Bangun Pengawasan Partisipatif

SOSIALISASI : Ketua Panwaslu Kota Cilegon Siswandi (kedua dari kiri) dan Kepala Divisi SDM pada Panwaslu Kota Cilegon Dedi Muttaqin memberikan pemaparan dalam Rakornis di Hotel Cilegon City, kemarin.

CILEGON – Dengan hanya memiliki 1 orang Panitia Pengawas Kelurahan (PPL) di tingkat kelurahan maka proses pengawasan terhadap Pemilu 2019 menjadi kurang maksimal. Atas dasar itu, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cilegon meminta kepada Panitia Pengawas Kelurahan (PPL) untuk membangun pengawasan partisipastif dengan mengajak seluruh tokoh masyarakat dan pemuda serta unsur lainnya untuk ikut terlibat dalam pengawasan.


Kepala Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) pada Panwaslu Kota Cilegon, Dedi Muttaqin mengatakan, secara aturan undang-undang dan Peraturan Badan Pengawas Pemilu (Perbawaslu) Republik Indonesia (RI) jumlah pengawas kelurahan hanya dibatasi 1 orang, sehingga Panwaslu Kota Cilegon tidak bisa melakukan penambahan panitia meski secara jangkauan pengawasan sangat luas. Namun, yang sekarang dilakukan adalah melakukan pengawasan preventif dengan melibatkan tokoh dan warga dalam proses pengawasan bersama.


“Kami harap anggota PPL bisa membangun komunikasi yang baik dengan tokoh dan pemuda atau juga warga lainnya. Hal tersebut agar mereka juga berkenan bersama dengan Panwas melakukan pengawasan terhadap berbagai tahapan pemilu,” katanya kepada Banten Raya, Selasa (22/5).


Dedi menambahkan, selain melakukan komunikasi dengan para pemangku kebijakan, PPL juga harus senantiasa mengerti tentang tugas pokok dan fungsinya sebagai pengawas di tingkat kelurahan.“Kami mencoba mengingatkan kembali jika PPL merupakan ujung tombak pengawasan pada wilayah terkecil. Ujung tombak karena aktivitas kepemiluan biasanya akan sangat dekat dengan aktivitas warga secara langsung seperti coklit (pencocokan dan penelitian) daftar pemilih,” imbuhnya.


Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Cilegon Siswandi mengungkapkan, memaksimalkan pengawasan bukan hanya menjadi tugas Panwas sebagai penyelenggara pemilu. Namun, juga warga masyarakat perlu bersama untuk melakukan pengawasan secara melekat terhadap berbagai tahapan pemilu.“Kami terbatas secara personal, untuk itu warga diharapkan bisa berpartisipasi secara aktif dengan melaporkan berbagai bentuk pelanggaran yang terjadi atau dilakukan peserta pemilu kepada Panwas,” ungkapnya.


Siswandi melanjutkan, dengan melibatkan warga diharapkan terwujud juga pengawasan preventif. Sebab, dengan warga yang kritis maka parpol atau peserta pemilu akan berfikir bila melakukan pelanggaran.“Kami jamin keselamatannya jika adala laporan. Sebab dengan banyaknya pengaduan dari warga maka akan semakin mempersempit ruang parpol untuk melakukan kecurangan,” lanjutnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook