Warga Enggan Pakai Air Ciberang

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Rabu, 23 Mei 2018 - 12:57:08 WIB   |  dibaca: 265 kali
Warga Enggan Pakai Air Ciberang

KERUH : Warga Kampung Kaum, Rangkasbitung Barat melihat kondisi air Sungai Ciberang yang keruh akibat sering diguyur hujan, Selasa (22/5).

RANGKASBITUNG- Akibat sering diguyur hujan, tingkat kekeruhan air Sungai Ciberang kini semakin tinggi. Akibatnya, warga bantaran sungai yang tinggal di sekitaran Rangkasbitung enggan menggunakan air tersebut untuk kebutuhan mandi, mencuci, serta untuk kebutuhan konsumsi. Berdasarkan data hasil pemeriksaan pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lebak, tingkat kekeruhan air Sungai Ciberang akibat sering diguyur hujan mencapai 1000 noemetlic turbidity unit (NTU).


Warga bantaran Sungai Ciberang di Kampung Kaum Lebak, Kelurahan Rangkasbitung Barat Rohman mengatakan bila kondisi airnya sangat keruh, maka warga di kampungnya enggan untuk menggunakannya.

Karena, bila dipaksa untuk mencuci, airnya malah mengotori pakaian. Begitu pula bila digunakan untuk mandi, maka warga pun takut terkena gatal-gatal. "Sejak beberapa hari ini kami enggan menggunakan air Sungai Ciujung karena airnya sangat keruh Pak," ujar Rohman, Selasa (22/5).


Warga bantaran sungai di Kampung Kalimati, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Rangkasbitung Nengsih menambahkan, selama tingkat kekeruhan air Sungai Ciberang sangat tinggi, dirinya khawatir untuk menggunakan. "Selama kondisi kekeruhannya masih tinggi kami tidak akan menggunakan air Sungai Ciberang," katanya.


Pegawai Bagian Produksi PDAM Lebak Hadirachman membenarkan bahwa memang setelah sering diguyur hujan deras, maka tingkat kekeruhan air Sungai Ciberang akan tinggi. Bahkan sekitar lima hingga enam hari lalu melebihi 1000 NTU. "Mengingat hari ini tidak terjadi hujan lagi, maka dirinya memastikan tingkat kekeruhan Sungai Ciberang akan semakin rendah," terang Hadirachman. (hudaya)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook