2 Warung Makan Digerebek Satpol PP

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 23 Mei 2018 - 13:24:09 WIB   |  dibaca: 600 kali
2 Warung Makan Digerebek Satpol PP

RAZIA : Petugas Satpol PP merazia tempat makan di Jalan Raya Serang-Cilegon, Kota Serang karena buka pada siang hari pada bulan puasa, Selasa (22/5). Selain ditegur dan didata indentitasnya, Satpol PP juga membawa kompor dan tabung gas beserta pemiliknya untuk dibina serta selanjutnya dibuat berita acara di kantor Dinas Satpol PP.

SERANG- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang menertibkan warung dan rumah makan yang buka siang hari, Selasa (22/5) pukul 14.00. Warung makan itu ditertibkan karena dinilai melanggar peraturan daerah (perda) dan peraturan Walikota Serang tentang jam buka selama Ramadan. Saat dirazia, pemilik dua rumah makan di Lingkungan Legok, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan Kota Serang terciduk sedang melayani beberapa orang yang makan.


Dari pantauan di lokasi, kedatangan petugas di rumah makan tersebut membuat konsumennya kocar kacir meninggalkan makanan yang sedang dikonsumsinya. Sedangkan pemilik warung hanya bisa pasrah warungnya digrebek petugas.

Selanjutnya, petugas menyita peralatan masak seperti kompor gas, tabung elpiji, serta alat penanak nasi. Selain itu, pemilik rumah makan ikut dibawa untuk dilakukan pemeriksaan di Kantor Satpol PP Kota Serang.


Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) pada Satpol PP Kota Serang Juanda mengatakan, dalam razia ini pihaknya menindak pemilik warung dan membawa alat-alat memasak guna memberikan efek jera, agar tidak mengulangi perbuatannya kembali. "Barang-barang dan pemiliknya kita bawa dan akan kita lakukan pemeriksaan," katanya kepada Banten Raya, usai melakukan razia rumah makan.


Menurut Juanda, untuk saat ini pemilik warung hanya mendapatkan sanksi peringatan, karena baru pertama kali melakukan pelanggaran. Jika hal itu diulangi, maka akan diberi sanksi sesuai perda Kota Serang nomor 2 tahun 2010 tentang pencegahan, pemberantasan dan penanggulangan penyakit masyarakat, yang isinya pengusaha restoran atau rumah makan

dilarang menyediakan tempat dan melayani orang yang menyantap makanan dan minuman pada siang hari selama bulan suci Ramadan. "Apabila tetap melakukan kegiatan usaha, para pemilik usaha akan dikenakan sanksi sesuai pasal tersebut. Kurungan paling lama tiga bulan. Untuk saat ini kita kasih peringatan dulu," ujarnya.


Juanda menyampaikan, penertiban dalam rangka penegakan hukum perda pekat akan dilakukan Satpol PP setiap hari selama bulan Ramadan. Untuk itu, penjual atau pemilik rumah makan harus mengikuti aturan yang berlaku di Kota Serang. "Kita akan terus razia tiap hari selama bulan Ramadan," tandasnya.


Kepala Satpol PP Kota Serang Maman Lutfi berjanji ke depan akan menindak para pembeli dan penjual yang kedapatan sedang makan di tempat-tempat umum. Pihaknya juga sudah menempel peraturan terkait larangan jual beli selama Ramadan pada 250 warung makan siap saji yang ada di Kota Serang. "Apabila ada yang melanggar, kita telah disediakan sanksi tegas berupa penutupan tempat usaha, dan juga sanksi sosial bagi masyarakat yang makan di sana," katanya.


Untuk itu, Maman meminta selama di bulan Ramadan ini masyarakat yang memiliki warung makan, harus buka pada pukul 16.00. sampai pukul 04.00. "Dengan adanya aturan itu, masyarakat Kota Serang harus bisa menaati peraturan yang ada, dan tidak melanggarnya," pintanya.


Pemilik rumah makan yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi mengaku berjualan di siang hari lantaran sudah meminta izin kepada oknum yang mengaku Satpol PP dan memberikan uang keamanan agar warungnya tidak dirazia selama bulan Ramadan. "Saya udah ngasih uang ke petugas, ngakunya satpol PP. Orangnya gendut," katanya singkat. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook