Harga Bahan Pokok Tidak Stabil

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Rabu, 23 Mei 2018 - 14:27:30 WIB   |  dibaca: 279 kali
Harga Bahan Pokok Tidak Stabil

PANDEGLANG - Harga bahan pokok di Banten selatan masih tak stabil. Hari ini turun, besok bisa naik cukup signifikan. Pantauan di lapangan, harga telur dan daging ayam masih terus mengalami kenaikan.

Di Pasar Badak Pandeglang misalnya, harga telur ayam dari semula Rp21 ribu menjadi Rp26 ribu per kilogram (kg). Harga daging ayam dari semula Rp 26 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Sementara, untuk harga sembako dan sayuran naik turun.


Harga daging sapi dari semula Rp 110 ribu menjadi 105 ribu/kg, bawang putih dari Rp 35 ribu menjadi Rp 34 ribu/kg, bawang merah dari Rp 35 ribu menjadi Rp 28 ribu/kg, cabai merah besar dari Rp 40 ribu menjadi Rp 50 ribu/kg, cabai rawit hijau dari Rp 26 ribu menjadi Rp 30 ribu/kg, harga beras stabil Rp 10 ribu per liter, harga terigu masih tetap Rp 9 ribu, gula pasir lokal Rp 12.500/kg, dan minyak goreng dari Rp 10.500 menjadi Rp 10 ribu/kg. "Harga telur dan daging ayam sudah naik sebelum satu minggu mau ke bulan puasa Ramadan," kata H Uci, pedagang daging ayam di Pasar Badak Pandeglang.


Uci mengklaim kenaikan harga dua komoditas pokok itu masih relatif normal, karena tidak terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan. Sebab katanya, jika dibandingkan dengan kabupaten/kota di Banten, harga di Pandeglang masih sangat murah. "Memang naik. Tapi justru harga segitu masih standar. Tidak seperti harga daging ayam di Kabupaten Lebak katanya, bisa mencapai Rp 50 ribu/kg. Banyak juga orang dari sana yang beli kesini (Pandeglang)," ujarnya.


Menurutnya, kenaikan itu sudah rutin terjadi setiap menjelang Ramadan. Sehingga tidak menjadi masalah bagi para pedagang. Meski adanya kenaikan harga, namun pembeli mengalami kenaikan. "Sudah biasa. Kalau mau puasa dan lebaran pasti pada naik akibat pasokan dari agennya mahal. Ya, memang harga sedang naik, tapi pembeli mah banyak, setiap harinya Alhamdulilah dagangan saya laris manis," ungkapnya.


Heru, pedagang sembako dan sayuran menuturkan, hingga saat ini harga sembako tidak mengalami kenaikan cukup parah. Kenaikan itu sudah terjadi sejak memasuki bulan Ramadan. Heru menilai naiknya harga sembako selalu tidak tentu, karena disesuaikan dengan pasokan dari agen. "Kalau harga sembako kadang naik, kadang juga turun. Kadang tiga hari naik, tiga hari turun lagi. Pas mau puasa sudah pada naik turun," tutur Heru.


Meski harga itu kurang stabil, Heru menegaskan, stok sembako yang pihaknya jual masih banyak. Barang dagangan yang pihaknya jual baru bisa habis setiap satu minggu sekali. Tak jarang sembako itu juga menjadi busuk. "Kalau stok mah banyak. Yang ada saja jarang ke jual, paling satu minggu baru habis. Itu pun kalau pembelinya lagi banyak. Kalau gak ada, kadang sayuran yang ada, seperti tomat suka busuk," imbuhnya.


Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM Pandeglang, Andi Kusnardi tidak memungkiri harga telur dan daging ayam naik. Andi mengaku akan kembali melakukan operasi pasar agar harga kedua komoditas itu bisa kembali normal. "Dari hasil sidak kemarin memang dua kebutuhan masyarakat itu naik, tapi nanti coba kami gelar operasi pasar lagi. Mudah-mudahan saja bisa turun. Apalagi setiap hari harga sembako kita pantau untuk didata," katanya.


Sementara itu, harga telur di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mencapai Rp 24 ribu per kilogram. Sedangkan di Pasar Warunggunung Rp 25 ribu per kilogram, Bayah Rp26 ribu, Muncang dan Malingping Rp27 ribu dan untuk di Pasar Maja dan Pasar Banjarsari capai Rp 28 ribu perkilonya. "Jika dibanding sebelum Ramadan harga telur masih tinggi.

Waktu itu berkisar Rp 18 ribu, lalu naik menjadi Rp27 ribu dan sekarang harga di Pasar Rangkasbitung Rp24 ribu," kata Kepala Seksi Pengadaan dan Penyuluhan Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Ihda Thifla Bayiza.


Ihda menjelaskan, harga telur Rp 24 ribu dari hasil pemantauan harga pertanggal 21 Mei 2018. Sedangkan di pasar lainnya relatif masih tinggi. "Seperti di Pasar Maja dan Banjarsari per kilo mencapai Rp 28 ribu. Selain telur yang harganya mengalami kenaikan ialah bawang merah," katanya.


Bawang merah dari Rp30 ribu naik menjadi Rp32 ribu per kilogram. Kemudian daging ayam dari Rp37 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram. "Selain minyak curah, penurunan terjadi pada harga daging sapi dari Rp122.857 per kilogram menjadi Rp120 ribu. Kemudian cabai merah besar dari Rp45 ribu menjadi Rp40 ribu," katanya.


Ali Madani, salah seorang pedagang Pasar Rangkasbitung menuturkan, pada saat ini harga kebutuhan pokok masih stabil. "Ada yang naik dan juga turun. Yang sedang naik hari ini ialah bawang merah dari Rp 30 ribu sekarang bisa mencapai Rp 40 ribu," katanya.


Dikatakan Ali, harga kebutuhan pokok akan mengalami kenaikan signifikan memasuki pertengahan bulan puasa. Biasanya banyak warga yang memasak lebih untuk perayaan qunutan.  "Pastinya naik kalau turun agak tidak mungkin karena waktu belinya kan harga lagi mahal. Jadi pastinya harga dipertahankan sampai kembali modal dan dapat untung," katanya. (yanadi/purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook