PAN Minta Masjid Agung Buka 24 Jam

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 24 Mei 2018 - 12:50:54 WIB   |  dibaca: 673 kali
PAN Minta Masjid Agung Buka 24 Jam

KUBAH MASJID : Pekerja membersihkan Kubah Masjid Agung Nurul Ikhlas di Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, belum lama ini.

CILEGON – Dewan Pengurus Daerah Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Cilegon meminta kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Nurul Ikhlas Kota Cilegon untuk membuka pintu masjid selama 24 jam. Hal tersebut agar warga serta para musafir yang datang ke Kota Cilegon bisa melakukan ibadah. Ditambah lagi saat malam Ramadan setelah tarawih maka banyak warga yang ingin iktikaf di masjid.


Ketua DPD PAN Kota Cilegon, Alawi Mahmud mengatakan, kejadian banyaknya warga yang protes dengan tutupnya Masjid Agung setiap malamnya menjadikan perhatian banyak pihak. Sebab, dengan kondisi yang tertutup maka banyak pendatang atau warga kesulitan untuk melakukan ibadah saat malam hari, seperti iktikaf di bulan Ramadan, termasuk juga tadarus.


“Menanggapi seringnya terjadi penggembokan Masjid Agung Cilegon beberapa hari terakhir ini memicu perhatian banyak pihak. Saya menyarankan kepada DKM agar memperbaiki tata kelola masjid agar betul-betul dapat berfungsi sebagaimana umumnya,” katanya kepada Banten Raya, Rabu (23/5).

Alawi menyayangkan dengan sikap DKM Masjid Agung yang beralasan karena faktor keamanan masjid selalu ditutup. Hal tersebut menunjukkan tata kelola yang dilakukan masih dibawah standar umum.


“Setidaknya sistim tata kelola mesjid itu ada dua hal pokok yang harus diterapkan, yaitu pengamanan dan pelayanan. Dalam hal pengamanan dan pelayanan umumnya terbagi tiga shift,” imbuh pria yang juga merupakan Ketua Komite Pemberdayaan Ekonomi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon.


Alawi menjelaskan, Masjid Agung dimana di dalamnya juga ada Islamic Center sebagai simbol aktifitas membangun peradaban Islam terkesan sunyi dari aktifitas keagamaan. Padahal seharusnya di bulan Ramadan banyak aktifitas keagamaan yang bisa dilakukan.


“Masjid Agung ini simbol Kota Cilegon, agar jangan sampai terjadi keberadaan masjid semegah itu menjadi sunyi di tengah keramaian. Terutama di bulan suci Ramadan ini, maka harus selalu dibuka dan tidak boleh sepi dari tadarrus malam Ramadan,” jelasnya.


Sementara itu, Wakil Ketua I DPP PAN Kota Cilegon Saiful Asas menuturkan, manajemen yang baik perlu dibangun oleh DKM Masjid Agung. Sebab, persoalan keamanan merupakan persoalan teknis yang bisa dicarikan solusinya.

Jika tidak diselesaikan oleh DKM maka masih ada Pemkot Cilegon yang bisa memberikan solusi keamanan tersebut.“Ada pemerintah kenapa harus bingung. Inikan Masjid Agung yang menjadi central dari kegiatan keagamaan warga Cilegon, harusnya ramai bukan malah digembok,” jelasnya.


Salah satu Pengurus DKM Masjid Agung Nurul Ikhlas Agus Rahmat menyatakan, digemboknya pintu pagar Masjid Agung adalah alasan keamanaan. Sebab, di wilayah Masjid Agung hanya ada satu penjaga, sementara banyak mobil dan motor yang terparkir di sekitar halaman masjid.

Agus membantah jika pintu masjid tertutup. Menurutnya ada tiga pintu masuk masjid yang dibuka selama 24 jam. Sementara yang hanya ditutup adalah pintu pagar untuk menghindari mobil dan motor masuk parkir di halaman.


"Semata-mata hanya persoalan keamanan, pernah ada yang kehilangan motor dan kami harus menggantinya. Jika warga menghendaki dibuka kami akan buka (pintu pagar-red), tapi akan kami tulis jika pada pukul sekian, kami tidak bertanggung jawab atas berbagai hal kehilangan," tegasnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook