5 Pengikut Ahmadiyah Taubat

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Kamis, 24 Mei 2018 - 13:02:22 WIB   |  dibaca: 324 kali
5 Pengikut Ahmadiyah Taubat

TAUBAT : Lima warga Rangkasbitung pengikut ajaran Ahmadiyah (sebelah kanan) membaca dau kalimat syahadat yang dipandu Ketua MUI Rangkasbitung H Jayadi, di Masjid Agung Al Araaf, Rangkasbitung, Rabu (23/5).

RANGKASBITUNG- Sebanyak lima orang pengikut ajaran Ahmadiyah bertaubat dan membaca dua kalimat syahadat secara lisan dengan menghadap kiblat, di Masjid Agung Al Araaf, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Rabu (23/5) pukul 14.39.

Pembacaan dua kalimat syahadat dituntun oleh Ketua MUI Rangkasbitung H Jayadi serta disaksikan oleh Sekretaris Umum MUI Lebak Kiyai Haji Asep Saefullah, Kapolsek Rangkasbitung AKP Entang Cahyadi, Kasat Intel Polres Lebak AKP Adil Pasaribu, dan Camat Rangkasbitung Yadi Basari Gunawan.


"Alhamduliah ada hidayah, kemarin mampir dulu ke Ahmadiyah, sekarang kembali dalam keadaan Islam. MUI menghargai perbedaan tetapi ketika ada penyimpangan harus ada gerakan nyata yang bengkok bisa lurus," kata Sekretaris Umum MUI Lebak Asep Saefullah.


Kiyai Asep menegaskan bahwa ketika ada warga muslim menganut ajaran menyimpang atau aliran sesat perlu diluruskan secara bersama-sama. "MUI telah mengeluarkan fatwa 10 kriteria, di antaranya mengingkari rukun Islam, mempercayai adanya nabi setelah nabi Muhammad SAW, maka ini difatwakan sesat," katanya.


Kiyai Asep menjelaskan, di MUI ada dua istilah, yakni ada perbedaan dan ada penyimpangan."Untuk perbedaan masih ada kata toleransi saling menghargai, misal (penganut) satu pake qunut satunya tidak. Sedangkan istilah penyimpangan, misalnya di Alquran dikatakan A, kata ulama A, tapi kita beda, maka sesat karena nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir.

Namun tiba-tiba muncul ada kelompok tertentu kemudian mengatakan ada wahyu setelah nabi Muhammad. Kata toleransi penyimpangan tak masuk, maka agar kembali kepada jalan yang benar," katanya.


BN, salah satu warga Kelurahan Rangkasbitung Barat mengaku tertarik mengikuti ajaran Ahmadiyah karena diiming-imingin mendapatkan jaminan hidup menjadi lebih layak. "Saya tertarik karena memang dijamin. Waktu kemarin di Bogor, uang dikasih, makan dikasih, rokok juga dikasih. Pokoknya dijamin lah, itu baru pertama masuk," katanya.


BN mengaku dirinya masuk Ahmadiyah sebelum puasa Ramadan, atau sekitar tujuh hari bergabung di Ahmadiyah. "Selain dikasih uang sama rokok dan makan, nanti dijanjikan mau dikasih bantuan uang tunai untuk modal usaha. Makanya saya tertarik, coba siapa yang enggak tergiur mau dikasih uang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga," katanya.


BN mengungkapkan, selain dirinya sebetulnya masih ada sekitar 20-an orang lagi di luar sana yang belum kembali kepada ajaran benar. "Masih banyak, namun enggak ikut ke sini. Yang jelas orang banyak tertarik karena mau dikasih uang untuk modal usaha," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook