Penculik dan Perampok Nelayan Diringkus Saat Tidur

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 24 Mei 2018 - 14:13:25 WIB   |  dibaca: 358 kali
Penculik dan Perampok Nelayan  Diringkus Saat Tidur

EKSPOSE KASUS : Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan penjelasan terkait awal pemicu terjadinya perusakan kantor Polsek Bayah, belum lama ini. Dalam kasus itu, Polda Banten mengamankan 3 anggota LSM yang mengaku polisi.

SERANG- Setelah lama menjadi buron, Hen (38) tersangka penculikan dan perampokan bos bibit lobster (benur) yang berujung pada perusakan Mapolsek Bayah, diringkus Tim Reserse Mobile (Resmob) Polda Banten, Selasa (22/5) pagi. Hen diringkus saat berada di rumah mertuanya di Kampung Jati, Desa Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, penangkapan Hen dilakukan saat pelaku baru saja pulang melaut bersama mertuanya. Ketika ditangkap, tersangka sedang tidur di salah satu kamar rumah.
 
Sebelum ditangkap, Hen sempat mencoba mengelak tudingan jika dirinya ikut dalam penculikan dan perampokan H Anwar, bos bibit lobster. Meski mengelak, tersangka tetap digelandang ke Mapolsek Wanasalam oleh petugas kepolisian.
 
Setelah dilakukan pemeriksaan di Mapolsek, Hen akhirnya mengakui jika dirinya ikut dalam peristiwa penculikan dan perampokan yang mengatasnamakan sebagai anggota Satuan Intelkan Polsek Bayah tersebut.
 
Selama dalam kejaran polisi, Hen ikut mertuanya menangkap ikan di tengah laut. Dengan tertangkapnya tersangka Hen, jumlah tersangka pemicu perusakan Mapolsek Bayah disertai pembakaran kendaraan dinas bertambah menjadi 4 orang.

Sebelumnya Tim Resmob menangkap tiga tersangka yaitu Hendra, Thoha dan Sudin. Bahkan satu di antaranya terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan. Kini, Tim Resmob masih melakukan pengejaran terhadap satu tersangka lainnya.
 

Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo membenarkan jika pihaknya kembali menangkap 1 orang pelaku yang sempat dinyatakan DPO (daftar pencarian orang) yang diduga terlibat dalam penculikan dan perampokan bos benur."Iya satu orang lagi sudah kita amankan," katanya kepada Banten Raya saat dijumpai di Mapolda Banten.


Listyo mengungkapkan, tersangka Hen dalam kasus ini diketahui berperan sebagai pembeli benur, untuk membantu 4 pelaku lainnya dalam menyelesaikan perampokan dan penculikan tersebut."Pelaku ini (Hen) diminta AH (DPO) untuk menunjukan tempat bos benur (H Anwar). Untuk memancing keberadaan korban (Anwar), Hen berpura-pura sebagai pembeli," ungkapnya.


Dalam kasus ini, keempat pelaku yang sudah diamankan dapat terancam pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dan kekerasan, pasal 368 KUHP tentang pemerasan, dan pasal 328 tentang penculikan."Saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap satu tersangka lagi (AH)," tegasnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook