Milik Tetangga, Dapat Keuntungan Rp 5000 per Bungkus

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 24 Mei 2018 - 15:19:01 WIB   |  dibaca: 714 kali
Milik Tetangga, Dapat Keuntungan Rp 5000 per Bungkus

JADI JOKI : Akhmad Abri salah satu penjual apem putih di Pasar Batubantar menjajakan dagangannya kepada pengendara yang melintas, Rabu (23/5).

PANDEGLANG - Belasan orang berjajar di sepanjang sisi kiri dan kanan Jalan Raya Labuan-Pandeglang, Pasar Batubantar, Kecamatan Cimanuk, setiap sore pada bulan Ramadan ini. Bukan untuk minta-minta, tapi menawarkan kue apem putih, makanan khas Pandeglang untuk buka puasa.

Apem putih adalah kue basah yang dibuat dari komposisi adonan tepung beras dan diproses dengan cara dikukus sampai mengembang dan matang. Makanan ringan khas warga Pandeglang ini adalah jenis kue tradisional yang biasanya dibuat untuk suguhan diberbagai acara seperti hajatan, dan syukuran. Tapi, saat Ramadan, kue apem putih banyak dijajakan dipinggir-pinggir jalan.


Bahkan, sudah menjadi tradisi setiap Ramadan. Dan, kondisi ini dimanfaatkan oleh warga untuk mencari berkah.Salah satunya Akhmad Sabri, warga Kecamatan Cimanuk. Dia menjajakan apem putih milik tetangganya di Pasar Batubantar. Hal itu terpaksa ia lakukan karena profesinya sebagai pekerja serabutan sepi "job" saat Ramadan.


"Kalau pedagang apem di sini banyak sudah biasa. Sebagian dari mereka juga banyak seperti saya, cuma menjual punya orang lain. Bukan punya pribadi," kata Akhmad Sabri, kemarin.
Bukan hanya dia, masih banyak warga lainnya yang ganti profesi dadakan saat Ramadan. Meski banyak yang berjualan, namun tidak menyurutkan niat dan semangatnya untuk berjualan.


Selain banyak sekampungnya yang juga menjadi "joki", banyak juga pengendara yang berhenti dan hanya nanya-nanya tentang kue tersebut. Dan, tidak membeli. "Kalau pengendara cuman tanya, enggak beli itu mah sudah biasa. Mungkin belum rezeki kami. Mereka hanya ingin tahu saja, baik harga maupun apa yang kami jual," cetusnya.


Apem putih dijual Rp15 ribu per bungkus atau plastik. Satu bungkus isinya ada 10 biji. Bahkan, ia terpaksa menjualnya seharga Rp12 ribu per bungkus, karena banyaknya "saingan". "Setiap hari paling ke jual 4 sampai 5 bungkus. Itu pun kalau lagi ada rezekinya," katanya.


Dari harga Rp15 ribu per bungkus itu, ia mendapat upah atau mengambil untung Rp5 ribu. Uang hasil jualannya itu, ia gunakan untuk kebutuhan bulan puasa keluarganya. Mengingat dia hanya bekerja sebagai serabutan. "Ya, sudah biasa. Tiap tahun saya jualan apem untuk menambah penghasilan untuk makan sehari-hari keluarga di rumah. Kalau lagi puasa begini, jualan apem mudah, cuman nawarkan ke pengendara saja," imbuhnya.


Dia menjelaskan, jika memasuki bulan Ramadan penjual apem ramai karena sudah menjadi tradisi masyarakat, mengingat pembelinya cukup banyak. "Setiap tahun saya jualan. Banyak yang suka, buat makanan pas buka puasa," jelasnya.


Pedagang lainnya, Susi, setiap tahun berjualan apem putih saat Ramadan. Apem yang dia jual adalah milik tetangganya dengan upah bagi hasil. "Sudah setiap tahun. Itu pun punya orang lain. Bukan punya teteh. Kalau hasilnya bagi dua, satu apemnya kan dijual Rp 15 ribu. Kalau laku satu yang 5 ribunya buat saya, sisanya buat yang punya apem," kata Susi.


Warga Kecamatan Cimanuk ini mengaku senang dengan datangnya bulan Ramadan. Sebab, dapat meraup keuntungan dari berjualan apem itu Rp 30 ribu hingga Rp 70 ribu per hari. "Alhamdulilah setiap hari dagang saya laku. Saya dagang dari pukul 08.00 pagi hingga 17.00 sore. Buat tambah-tambah penghasilan," tuturnya.


Ketenaran kue apem putih di Pandeglang tidak disia-siakan oleh Bupati Irna Narulita. Ia berencana mendaftarkan makanan khas itu ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebagai hak kekayaan intelektual (HKI) Kabupaten Pandeglang. Irna berharap makanan itu dapat menjadi ciri khas Kabupaten Pandeglang. "Ibu (Irna menyebut dirinya) akan mendaftarkan apem itu untuk dimasukan menjadi HKI. Biar Pandeglang dikenal selain kota wisata, juga memiliki makanan yang khas di bulan puasa," ungkapnya ditemui di Pendopo Pandeglang. (Yanadi )


 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook