Penyelundupan Benur Rp3,7 M Digagalkan

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 24 Mei 2018 - 15:28:17 WIB   |  dibaca: 448 kali
Penyelundupan Benur Rp3,7 M Digagalkan

SEMPAT DIKAMUFLASIKAN : Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin didampingi Kapolsek Serang Kompol Irwanda menujukkan benur yang berhasil diamankan dalam ekspos di Mapolsek Serang, Rabu (23/5).

SERANG - Penyelundupan 260 ribu benur atau bibit lobster yang dikemas ke dalam 31 dus, senilai Rp3,7 miliar berhasil digagalkan oleh aparat kepolisian Polres Serang Kota, di jalan Ayip Usman, Lingkungan Kebaharan, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Rabu (23/5) sekitar pukul 05.00.


Selain mengamankan ribuan benur, polisi juga mengamankan 5 orang sopir dan kendaraannya yakni NR pengemudi mobil L300 berplat nomorBE 9432 NM. ST pengemudi mobil L300, berplat nomor BE 9096 DT. Kemudian, SB pengemudi mobil Kijang Innova berplat nomor A 1038 AK. Selanjutnya, AM pengemudi mobil Datsun berplat nomor A 1412 BB dan terakhir TN, pengemudi Toyota Cayla berplat nomor A 1427 AW.


Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan, pengungkapan penyelundupan 260 ribu benur tersebut, berawal dari kecurigaan polisi terhadap dua mobil L300 yang melintas di Jalan Ayip Usman yang membawa boks fiber ikan kosong.


"Setelah kita periksa, memang boks fiber bagian atas itu kosong, tapi setelah dicek boks bawah ditemukan 6 kardus yang disembunyikan di dalam boks," katanya kepada Banten Raya saat ekspose di Mapolsek Serang, Rabu (23/5).


Menurut Komarudin, saat anggota dari Polsek Serang Kota melakukan pemeriksaan, tiga unit mobil pribadi menghampiri mobil L300 yang tengah diperiksa petugas. Karena curiga, polisi kemudian kembali melakukan pemeriksaan ketiga mobil pribadi tersebut.


"Dari mobil L300 kita temukan 12 dus, dari mobil Innova kita temukan 7 dus, kemudian dari mobil Datsun kita temukan 6 dus dan terakhir di mobil Calya kita temukan 6 dus. Jadi total semuanya ada 31 dus di dalam mobil," ujarnya.


Lebih lanjut, Komarudin menambahkan dari hasil perhitungan petugas total bibit benur yang diselundupkan dalam 31 dus itu, berjumlah 260 ribu benur, dengan nilai jual mencapai Rp3,7 miliar dihitung dari harga petani benur.


"Di dalam dus itu sudah dikemas, 1 plastik itu jumlahnya 200 benur. Jika dihitung harga petani (pembudidaya) 1 ekor benur dijual Rp15 ribu, jika dikalikan dengan 26 ribu ekor bisa mencapai Rp3,7 miliar dan kalau dijual dengan harga luar bisa mencapai Rp 40 ribu perekornya," tambahnya.


Dalam kasus ini, Komarudin menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Ditreskrimsus Polda Banten untuk mengungkap kasus tersebut dan juga berkoordinasi dengan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Cilegon untuk menyelamatkan benur."Benur ini tidak tahan lama dan harus segera dikembalikan ke habitatnya dan kita berkoordinasi dengan tingkat atas untuk mengejar pelaku lainnya," jelasnya.


Dari pemeriksaan sementara, Komarudin menegaskan ke 4 orang yang diamankan olehnya hanya bertugas mengantarkan barang, dengan tujuan Lampung, Sumatera namun tidak dijelaskan alamatnya. Sedangkan, pemesan benur diketahui bernama Gilang.


"Benur ini dibawa dari Cisolok (Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat) dan akan dikirim ke Lampung. Nanti mereka (sopir benur) akan dihubungi untuk lokasi pengambilannya," tegasnya.
Memperjualbelikan bibit lobster telah melanggar undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan dan Pasal 6 Jo Pasal 7 Jo Pasal 9 Jo Pasal 31 ayat (1) UU nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook