Satpol PP Razia Rumah Makan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 25 Mei 2018 - 12:13:49 WIB   |  dibaca: 481 kali
Satpol PP Razia Rumah Makan

RAZIA : Sejumlah warga kedapatan sedang makan pada siang hari di salah satu rumah makan di Lingkungan Seneja, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kamis (24/5).

CILEGON – Sejumlah Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon menggelar razia rumah makan yang buka diluar ketentuaan saat bulan ramadhan di sepanjang jalur protokol. Dalam razia tersebut, Satpol PP menemukan beberapa warung makan kedapatan buka dan beberapa warga terlihat sedang asik santap siang.  

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Operasi (Dalops) Satpol PP Kota Cilegon, Suroto mengatakan, razia tersebut meruapakan tindak lanjut terhadap surat edaran Walikota Cilegon nomor 556.322/1096/Pol.PP/2018 yang mengharuskan warung makan buka diatas pukul 16.00 WIB selama bulan Ramadan.

Namun, dihari pertama razia Satpol PP telah menemikan sebanyak 7 rumah makan buka diluar ketentuan. "Ini kami lakukan untuk memastikan pemilik dan pengelola rumah makan mematuhi surat edaran. Ternyata dari hasil razia ada beberapa warung yang membandel dan tetap buka. Kami lakukan penertiban dan mengambil identitas pemilik warung," katanya kepada Banten Raya, Kamis (24/5).


Suroto menjelaskan, Satpol PP Kota Cilegon akan melakukan razia rutin selama ramadhan. Hal tersebut untuk memastikan para pemilik dan pengelola warug makan menjalankan surat edaran. Namun saat ditanya apakah ada sanksi terkait dengan warung makan yang melanggar, Ia tidak menjelaskan.

"Kami ambil saja identitasnya dan memberikan pembinaan. Tidak ada sanksi khusus yang kami berikan hari ini kepada pemilik warung. Kami hanya sampaikan untuk menutup kembali dan membukanya setelah pukul 16.00 WIB," jelasnya.


Sementara itu, salah satu pemilik rumah makan yang terletak di jalur protokol tepatnya di Kelurahan Sukmajaya, Buyung mengungkapkan, Ia memberanikan diri untuk membuka warung saat siang hari karena sudah ada izin dari aparatur setempat, jika tidak mendapatkan izin dari aparat setempat ia juga tidak akan berani membuka warungnya diluar ketentuan. "Sudah ada izin dari pak RT (Rukun Tangga), makanya kami berani buka setiap harinya karena sudah ada izin dari aparat setempat," ungkapnya.

 
Anggota Satpol PP lainnya, Jamjami menjelaskan, setiap harinya Satpol PP memberikan peringatan kepada pemilik warug makan yang kedapatan membuka. Namun, terkadang peringatan dari Satpol PP tidak diindahkan. "Sudah sering saya nesehati dan peringatkan. Namun sepertinya tidak digubris. Kami pastikan kami juga bisa tegas terhadap para pelanggar aturan," jelasnya.


Dalam razia tersebut sempat terjadi adu mulut antara petugas dan pemilik warung yang tidak ingin warung makannnya ditutup, alasannya mereka sudah mendapatkan izin dari aparatur setempat. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook