Pembagian Sembako Ricuh

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 25 Mei 2018 - 12:15:19 WIB   |  dibaca: 404 kali
Pembagian Sembako Ricuh

CILEGON – Hari kedua pembagian sembako gratis dan bazar murah yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon sempat berjalan ricuh. Hal tersebut dipicu oleh ketidaksiapan dan keterlambatan panitia dalam membagikan sembako gratis. Warga yang sudah datang beberapa jam sebelum pembagian merasa emosi dan meluapkannya saat pembagian berlangsung.


Dita Fitria, warga Lingkungan Jombang Kali, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang yang ikut dalam pembagian sembako mengaku kecewa dengan kesiapan dan kemanan yang dilakukan oleh panitia. Ia terpaksa berdesak-desakan dengan warga lainnya yang sudah tidak sabar dan takut tidak kebagian.

 "Terpaksa harus desak-desakan, kalau tidak yah habis. Harusnya dari pagi tadi pukul 09.00 sudah buka. Namun kita hampir lebih menunggu satu jam. Setiap tahunnya selalu dapat dan panitia sepertinya tidak pernah siap, khususnya para petugas kemanan," katanya kepada Banten Raya, Kamis (24/5).


Madsari, warga lainnya menyayangkan dengan kesiapan panitia dan petugas keamanan. Padahal setiap tahunnya bazar murah dan pembagian sembako selalu dilaksanakan oleh Disperindag Kota Cilegon. Namun, masih saja rebutan. Bahkan ada beberapa ibu-ibu yang terjatuh dan hampir terinjak-injak. "Seharusnya sudah dievaluasi. Sebab, setiap tahunnya diadakan acara pembagian sembako. Kami berharap kedepannya panitia lebih siap dengan kegitan ini," jelasnya.


Madsari mengungkapkan, dibanding hari pertama warga yang berdatangan masih terkendalai dan pembagian berjalan tertib. Namun, karena sekarang hari kedua maka warga banyak sekali yang datang. Disamping itu, kupon juga dibagikan di tempat, sehingga banyak warga yang datang untuk mendapatkan kupon pengambilan sembako tersebut.


"Tidak dikoordinir oleh aparat setempat dan dibagikan di lapangan. Wajar jika semakin banyak yang datang di hari kedua, sehingga pada akhirnya pembagian berlangsung ricuh. Untungnya tidak sampai ada korban," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Kota Cilegon mengatakan, kegiatan yang daiakan tersebut merupakan inisiatif dari Disprindag Kota Cilegon tanpa mengunakan Anggarap Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehinga persiapan yang dilakukan sebisanya oleh Disperindagkop. "Kami akan mengajukan anggaranya, sehingga tempatnya akan bisa dibagi di kecamatan atau di kelurahan masing-masing, sehingga bisa lebih merata dan menjadi lebih tertib," katanya. (uri)      

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook