Jalur Khusus Difabel Dikeluhkan

nurul roudhoh   |   Olah Raga  |   Jumat, 25 Mei 2018 - 12:55:53 WIB   |  dibaca: 177 kali
Jalur Khusus Difabel Dikeluhkan

BERBAHAYA : Jalur khusus difabel melewati lubang selokan dan beberapa tiang lampu dan traffic light di Alun-alun Pandeglang, Kamis (24/5).

PANDEGLANG - Pusat kota di Kabupaten Pandeglang belum ramah bagi disabilitas atau penyandang tunanetra. Beberapa titik jalur khusus di trotoar Alun-alun Pandeglang itu melewati lubang.


Selain lubang, jalur khusus difabel di depan Gedung DPRD Pandeglang di Jalan Raya Pendidikan Nomor 1 itu terhalang beberapa tiang rambu-rambu lalu lintas, dan lampu merah.Ketua Perkumpulan Sahabat Difabel, Memi Elmiliasari menilai kondisi jalur khusus difabel tersebut menjadi cermin perhatian pemerintah terhadap fasilitas bagi kaum disabilitas. "Saya prihatin dengan kondisi ini. Ini sangat berbahaya," keluh Memi, Kamis (24/5).


Memi menyayangkan, dengan rendahnya kepedulian pemerintah kepada penyandang disabilitas. Karena selama ini penyandang disabilitas tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan konstruksi pembangunan infrastruktur. "Seharusnya mulai dari perencanaan sampai konstruksi, difabel dilibatkan. Sejauh yang kami tahu belum ada pembangunan yang melibatkan penyandang disabilitas," terangnya.


Dia juga mengaku sedang berusaha meminta pemerintah untuk segera membuat Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang hak para penyandang disabilitas. "Kami sedang mendorong perda agar ruang gerak kami ada payung hukumnya. Insya Allah tahun ini perda tentang hak penyandang disabilitas di Banten, bisa diterbitkan. Apalagi informasi dari Komnas HAM Pusat, hanya Banten yang belum punya perda itu," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Penataan Bangunan DPUPR Pandeglang, Agus Gustiarto mengatakan, baru mendapatkan informasi adanya jalur penyandang tunanetra yang berlubang. Dia berencana akan segera melakukan perbaikan. "Kalau ada lubang, kami baru mengetahui dari awak media. Kami akan informasikan untuk mengatasi jalan bagi difabel itu untuk diperbaiki," katanya.


Agus tidak menampik jika selama ini tidak pernah melibatkan kaum difabel dalam perencanaan pembangunan. Namun kedepannya Agus meyakinkan bahwa hal itu akan lebih diperhatikan. Mengingat saat ini, fasilitas bagi penyandang disabilitas menjadi salah satu prioritas. "Tidak, kami tidak melibatkan kaum difabel dalam perencanaan. Mungkin nanti kalau ada perencanaan lagi, kami libatkan. Jujur saja tidak. Mudah-mudahan kedepan ada pekerjaan lagi untuk membantu rekan-rekan difabel," janjinya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook