400 Mahasiswa Daftar Jadi Fieldworker

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Jumat, 25 Mei 2018 - 12:58:18 WIB   |  dibaca: 46 kali
400 Mahasiswa Daftar Jadi Fieldworker

SIAP TANDING : Ketua STKIP Setia Budhi Tjut Afrida (hijab) bersama perwakilan INAPGOC pada saat acara pendaftaraan tanaga pendamping Asian Para Games.

SERANG – Sebanyak 400 mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Setia Budhi Rangkasbitung dari program studi (prodi) pendidikan olahraga (pendor) mendaftarkan diri menjadi fieldworker (tenaga pendamping) cabang olahraga (cabor) untuk Asian Para Games (APG) 2018 di Jakarat, 3-13 Oktober.


Kepastian ini diketahui saat perwakilan panitia Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (Inapgoc) menggelar acara visitasi dan pembukaan rekrutment fieldworker di aula kampus yang beralamat di Komplek Pendidikan, Jalan Budi Utomo No. 22L, Kota Rangkasbitung, Kamis (24/5) pagi mulai pukul 08.00 WIB.


Ketua STKIP Setia Budhi Rangkasbitung Tjut Afrida mengatakan, pihaknya ingin menjadi bagian dari penyelengaraan Asian Para Games. Karena itu, pihaknya menyiapkan sekitar 400-an mahasiswa dari prodi pendor mulai dari semester awal sampai akhir.


“Kami tidak ingin menyianyiakan kesempatan yang langkah ini. Makanya setelah kami ditunjuk sebagai salah satu kampus yang jadi pilihan, kami langsung menyiapkan 400-an mahasiswa kami,” kata Tjut Afrida.


Demi mendukung keberlangsungan Asian Para Games, lanjut dia, pihaknya pun siap membuat kebijakan kepada mahasiswanya yang akan menjadi bagian dari pesta olahraga terbesar se asia itu.“Kami lembaga siap mengeluarkan kebijakan untuk mahasiswa kami.

Syukur-syukur semuanya bisa direkrut jadi fieldworker. Karena kami menilai ini juga bagian dari perkuliahan sebagai pengganti mata kuliah. Kami juga nantinya akan monitor kesana sebagai bentuk kepedulian kami dari lembaga,” tegas dia.


Salah satu perwakilan panitia Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (Inapgoc) Divisi Sport Muhammad Arif menilai mahasiswa olahraga lebih memahami pertandingan cabor. “Fieldworker beda dengan volunteer. Kalau volunteer bisa ditempatkan di mana saja dan dari background apa saja. Kalau fieldworker harus orang yang memahami olahraga. Makanya kami pilih mahasiswa jurusan olahraga,” jelas Arif.


Ia menyebutkan, pihaknya membutuhkan sebanyak 1.145 fieldworker yang akan ditugaskan di 18 cabor. “Dari ribuan fieldworker itu separuhnya dari rekrutan 18 cabor dan dari mahasiswa olahraga yang kita rekrut dari lima kampus selain STKIP Setia Budhi, yaitu UPI Bandung, UNJ Jakarta, STKIP Pasundan, dan Unisma Bekasi,” sebut dia.


Arif menambahkan, fieldworker yang dianggap memenuhi syarat atau direkrut selanjutnya akan diberikan pembekalan oleh pihak panitia Inagpoc. “Mereka yang lolos memenuhi syarat akan kita berikan bimbingan teknis (bimtek) terlebih dahulu supaya pas di hari H mereka lebih siap,” tegasnya. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook