Harga Sembako Diawasi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 25 Mei 2018 - 13:03:48 WIB   |  dibaca: 319 kali
 Harga Sembako Diawasi

JAJAKAN DAGANGAN : Pedagang menjajakan cabai merah di salah satu los di Pasar Induk Rau, Kota Serang, beberapa waktu lalu.

SERANG- Pemprov Banten akan meningkatkan intensitas pemantauan harga sembako di pasaran. Hal itu dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah mengendalikan harga kebutuhan pokok yang kerap naik saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.


Sekda Banten Ranta Soeharta mengatakan, selain memberatkan masyarakat, kenaikan harga sembako juga dapat memengaruhi inflasi. Dengan demikian, diperlukan upaya dari pemerintah untuk bisa mengendalikan harga di pasaran."Karena ada hal (kenaikan harga) kita akan turun ke lapangan. Paling tidak beritahukan ke pedagang bahwa stok sudah aman, harga juga jangan tinggi," ujarnya, kemarin.


Ia menuturkan, ketika sudah ada gelagat harga sembako mengalami kenaikan yang tak wajar, maka pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah penanggulangan. Salah satunya adalah dengan menggelar operasi pasar berkoordinasi dengan Perum Bulog.
 
"Mereka (Bulog) kan bisnis, dan dia impor daging beku, tapi enggak paham daging ayam. Maka dilempar lah (daging) ayam ke pasar. Tapi saya ingatkan lagi, data (dinas) pertanian, ayam itu surplus, jadi enggak harus naik. Tapi sekali lagi, ini lah pasar, semua bisa terjadi," kata mantan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Banten ini.


Di sisi lain, kata dia, pihaknya juga akan selalu berupa menjaga agar stok kebutuhan pokok tetap terjaga selama Ramadan. Meski begitu, pemprov juga tak bisa menjamin ketersediaan kebutuhan pokok seleruhnya. Sebab, komoditas tertentu seperti cabai dan bawang, Banten masih mengandalkan pasokan dari luar Banten.
 
"Cabai dan bawang enggak bisa kita intervensi. Tapi yang saya dengar Satgas Pangan Polda Banten segera turun awasi ini. Bahkan, instruksi Kapolri jika harga-harga dinilai sudah tinggi maka harus ditindak," ungkapnya.


Kepala Disperindag Provinsi Banten Babar Suharso mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan disperindag kabupaten/kota terkait kenaikan harga sejumlah komoditas."Khusus ayam dan telur kita koordinasikan. Kalau cabai kita pantau panennya, karena bukan masa panen," jelas Babar.

Lebih lanjut diungkapkan Babar, pihaknya juga akan mengandalkan pasokan daging merah beku untuk mengantisipasi kenaikan harga daging merah segar. Sedangkan untuk pengendalian harga seluruh komoditas, disperindag dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi dengan beberapa instansi terkait, guna menghadapi Hari Raya Idul Fitri."Untuk harga daging sapi gantung (segar-red) masih di kisaran Rp 110.000 hingga Rp 120.000 per kilogram. Kalau daging sapi beku masih dikisaran Rp 80.000 per kilogram," tuturnya. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook