Branding Randis Terkendala Cuaca

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 25 Mei 2018 - 13:06:11 WIB   |  dibaca: 415 kali
Branding Randis Terkendala Cuaca

PASANG LOGO : Seorang pekerja memasang labelisasi salah satu mobil dinas di halaman parkir Setda Pemprov Banten, beberapa waktu lalu.

SERANG- Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten belum merampung proses labelisasi seluruh kendaraan dinas (randis) milik Pemprov Banten. Hal tersebut terjadi karena faktor cuaca yang menghambat pengerjaan pemberian ciri pada barang milik daerah tersebut.


Kepala Bidang Aset Daerah BPKAD Provinsi Banten Ajat Sudrajat mengatakan, pengerjaan labelisasi dilakukan selama 90 hari dan mulai dilakukan sejak April. Meski ditargetkan selesai pada pertengahan Juni, namun dalam pelaksanaannya pihaknya menemui sejumlah kendala.

“Selain terkendala cuaca, kendala lain labelisasi randis ini adalah saat kendaraan yang hendak dipasang label sedang operasional. Akan tetapi hal itu tidak cukup berpengaruh, karena sampai saat ini sudah banyak randis yang dipasang label,” ujarnya, kemarin.


Namun, lanjut Ajat, meski menemui kendala pihaknya optimistis bisa menyelesaikan salah satu pengamanan aset tersebut. Sebab, hingga saat ini sudah banyak randis yang diberi label dan waktu yang tersedia dinilainya masih cukup memadai.“Dari sebanyak 930 randis roda empat di seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkungan Pemprov Banten, sekitar 80 persen sudah dilabelisasi,” katanya.


Kepala BPKAD Provinsi Banten Nandy Mulya S mengatakan, adapun randis yang diwajibkan diberi label terdiri atas randis eselon III dan operasional di seluruh OPD hingga UPT di lingkungan Pemprov Banten. Pelaksanaan labelisasi sendiri dilakukan di masing-masing OPD dan Kantor UPT karena dinilai lebih efektif dan efisien.

“Target 90 hari, selesai di pertengahan Juni. Yang wajib dilabel (randis) eselon III dan kendaraan operasional. Untuk kendaraan eselon II dan I, kemudian gubernur dan wakil gubernur tidak diatur, tetapi untuk eselon II dan lainnya harus plat merah,” ungkapnya.


Untuk desain labelisasi, kata dia, pihaknya sudah memiliki standar yang tertuang dalam SK Gubernur Banten.“Standarnya SK gubernur, (sudah diatur) besarnya logo besarnya tulisan. Tulisan seperti apa, apakah BPKAD dipanjangkan dan di bawah ada tulisan lagi Provinsi Banten. Berikut dengan warnya juga. Nanti pelaksanaannya tidak hanya pengecatan tapi juga dipernis supaya kuat dan awet,” tuturnya.


Terpisah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Nuraeni menyambut baik langkah pemprov melakukan labelisasi terhadap randis. Namun demikian pihaknya meminta pemprov tidak memilah-milah randis yang dibranding.
 

"Saya mendukung langkah itu. Tapi randis yang dilabelisasi dengan dibranding harus semuanya, mulai pejabat eselon I setingkat sekda, eselon II setingkat kepala OPD sampai jajaran ke bawahnya agar ada rasa keadilan. Tidak dipilah-pilah," ujarnya.


Politikus Partai Demokrat itu menilai, semangat labelisasi randis harusnya sudah dilakukan oleh pemprov sejak dulu. Upaya tersebut selain untuk pengamanan aset-aset benda bergerak, juga untuk menghindari penyalahgunaan manfaat dari kendaraan tersebut."Program ini sangat baik, dan kami harap proses labelisasinya bisa dilakukan dengan baik," harapnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook