Tb Delly Dibayar dengan Beras

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 25 Mei 2018 - 13:09:33 WIB   |  dibaca: 721 kali
Tb Delly Dibayar dengan Beras

SIDANG : Tb Delly menjalani sidang perdana dalam kasus korupsi dana BP3 di Desa Sumur Batu, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang tahun 2012 senilai Rp 1,024 miliar, kemarin.

SERANG- Mantan calon walikota Serang Tb Delly Suhendar disebut menerima uang (total) sebesar Rp 295 juta untuk menutup kasus yang diusut oleh kepolisian, dalam kasus korupsi dana Bantuan Penanggulangan Padi Puso (BP3) di Desa Sumur Batu, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang tahun 2012 senilai Rp 1,024 miliar.

 Sebagian dari uang tersebut dibayar dengan beras senilai Rp 10 juta. Hal itu terungkap saat sidang perdana untuk terdakwa Tb Delly atas kasus tersebut, di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Kamis (24/5) siang.

"Terdakwa (Delly) menyalahgunakan kesempatan yang ada padanya selaku Ketua Lembaga Jaringan Pemuda Peduli Banten (JP3B). Terdakwa telah menerima uang sejumlah Rp 295 juta yang diduga berkaitan dengan dana BP3 di Desa Sumur Batu, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang tahun 2012," kata JPU Kejari Pandeglang Ucup Supriyatna di hadapan Majelis Hakim Tindak Pindana Korupsi (Tipikor) PN Serang.

Menurut Ucup, pemberian uang itu bermula saat Tb Delly mengaku kepada Sekretaris Kelompok Tani Nelayan Andalan Karneli Delly, bisa menyelesaikan masalah dugaan korupsi dana BP3 di Desa Sumur Batu yang tengah diselidiki Polres Pandeglang. Delly menjamin kasus tersebut bisa di-SP3-kan atau surat penghentian penyelidikan.
 

"Saksi Darwin dan Armin (anggota JP3B) menyampaikan kepada Karneli jika terdakwa Delly dapat menyelesaikan masalah di kepolisian. Terdakwa Delly menerima uang Rp 25 juta dari Karneli atas persetujuan pengurus kelompok tani pada bulan April 2013," ujarnya.


Setelah itu, lanjut JPU Ucup, Armin kembali meminta uang kepada Karneli atas perintah Tb Delly untuk diberikan kepada penyidik Polres Pandeglang. Karneli pun menyetujui. Pada 8 April 2013, Karneli kembali menyerahkan uang Rp 150 juta kepada Delly, melalui Darwin dan Armin. Uang itu diduga berasal dari dana BP3.
 

"Masih pada bulan yang sama, Tb Delly kembali menerima uang Rp 85 juta dari Darwin dan Armin yang berasal dari Karneli. Awalnya, Delly meminta tambahan uang sebesar Rp 200 juta. Tapi karena tidak disanggupi, sebagian dibayar menggunakan beras senilai Rp 10 juta," jelasnya.


Ucup mengungkapkan bahwa terdakwa Delly melalui Armin dengan sengaja telah menerima uang hasil penyisihan BP3 dengan alasan untuk mencabut laporan di Polres Pandeglang sebesar Rp 25 juta.
 

"Namun walau pun sudah menyerahkan uang kepada terdakwa Delly, para pengurus poktan penerima BP3 masih dipanggil pihak kepolisian dan penyidikannya masih dilanjutkan, sehingga pengurus meminta pertanggungjawaban terdakwa Delly. Namun pengurus malah diminta untuk menandatangani surat pernyataan jika terdakwa Delly tidak pernah menerima uang dari kelompok tani," ungkapnya.


Diketahui, dalam kasus ini dua terdakwa sudah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Serang. Mantan Kepala Desa Sumur Batu Agus Mulyana dijatuhi pidana penjara selama 13 bulan, denda Rp 50 juta subsider 1 bulan, dan uang pengganti Rp 20 juta subsider tiga bulan.
 
Sedangkan mantan Sekretaris Desa Sumur Batu Arkasim divonis pidana penjara selama 14 bulan, denda Rp 50 juta subsider 1 bulan, dan uang pengganti Rp 7 juta subsider 1 bulan.
Keduanya terbukti melanggar pasal 3 undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KHUP. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook