Pengusaha Truk Rugi Rp168 Miliar

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 25 Mei 2018 - 14:18:48 WIB   |  dibaca: 2288 kali
Pengusaha Truk Rugi Rp168 Miliar

RAMAI LANCAR : Sejumlah truk melintas di Tol Tangerang Merak kilometer 86, Kamis (24/5). Saat arus mudik dan balik Lebaran 2018, truk dilarang melintas di jalan tol.

CILEGON - Pengusaha truk di Banten bakal merugi ratusan miliar akibat larangan operasi selama arus mudik dan balik Lebaran 2018.Sekretaris Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Banten Dede Rohana mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, ada larangan operasional truk sejak H-7 sampai H+7 Lebaran. “Larangan truk biasanya 14 hari dari H-7 sampai H+7 Lebaran. Kerugian bagi anggota Aptrindo Banten saya hitung kasar sekitar Rp168 miliar,” kata Dede kepada Banten Raya, Kamis (24/5).

Dikatakan Dede, setiap truk oleh pengusaha dalam sehari rata-rata bisa menghasilkan Rp1,5 juta. Jika dalam 14 truk tidak bekerja, maka Rp 21 juta. “Jika jumlah itu dikali sekitar 8.000 unit truk milik anggota Aptrindo Banten, maka sekitar Rp168 miliar kerugian kita,” ungkapnya.


Menurut Dede, pihaknya berharap ada kebijakan pemerintah agar larangan truk tidak berlaku selama 24 jam. Sehingga, pada malam hari truk bisa beroperasi. “Tapi kadang sopir juga masih ada yang beroperasi untuk lewat jalan raya kalau memang di tol dilarang, tapi untuk jarak dekat. Kalau antar kota tentu berisiko kena tilang,” jelasnya.


Kata Dede, sebagai solusi mengatasi kerugian berlebih, beberapa pengusaha truk memaksimalkan truk bersumbu dua. Pasalnya, larangan truk hanya berlaku bagi truk bersumbu lebih dari dua. “Jadi, muatan yang biasa dibawa truk bersumbu lebih dari dua bisa dialihkan ke truk bersumbu dua. Tapi, secara operasional itu juga lebih boros, dan tidak semua barang bisa diangkut oleh truk yang lebih kecil ukurannya,” jelasnya.


Dede menambahkan, di Banten, ada sekitar 8.000 unit truk yang menjadi anggota Aptrindo Banten. Belum lagi, ditambah kerugian yang didapat beberapa pengusaha truk di Banten akibat ambrolnya Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon menambah beban yang berat bagi pengusaha truk. “Kalau akibat penutupan JLS, kerugian per hari bisa mencapai Rp 500 juta,” terangnya.


Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten Johnny Siagian mengatakan, larangan operasional truk pada arus mudik Lebaran 2018 ini akan berlaku sejak
12 Juni 2018 sampai 14 Juni 2018.

Sementara saat arus balik larangan truk berlaku sejak 22 Juni 2018 sampai 24 Juni 2018. “Tapi, truk pengangkut sembako dan BBM (bahan bakar minyak) masih diperbolehkan lewat,” jelasnya.

Larangan tersebut, kata Johnny, tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI 34/2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas pada Masa Angkutan Lebaran 2018. Jika masih ada truk yang beroperasi pada tanggal yang dilarang tersebut, tentu akan ditertibkan. “Kami juga sudah bekerjasama dengan PJR (Polisi Jalan Raya) untuk mengatur pelanggaran truk di tol,” jelasnya.


Sementara itu, pemudik yang akan melintas di Tol Tangerang-Merak tahun ini diprediksi mengalami kenaikan 5,6 persen dibandingkan momen yang sama tahun 2017 lalu. Puncaknya, 163.758 kendaraan diprediksi menggunakan tol yang dikelola PT Marga Mandalasakti (MMS) itu atau naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 151.808 kendaraan.Demikian disampaikan Presiden Direktur PT MMS Krist Ade Sudiyono saat press conference di Kantor Operasional Ciujung, Kabupaten Serang, Kamis (24/5).


Bila dibandingkan dengan rata-rata lalu lintas harian, kata Krist, volume kendaraan juga mengalami peningkatan sebesar 19,4 persen. Saat ini volume harian kendaraan di Tol Tangerang-Merak sebanyak 137.171 kendaraan."Total arus kendaraan periode H-7 sampai dengan H+7 Lebaran adalah sebanyak 2 juta lebih kendaraan dengan puncak arus mudik dimulai H-1 dan H-3 Lebaran serta arus wisata H+2 sampai dengan H+7. Sedangkan puncak arus balik pada H+7 tepatnya tanggal 22 Juni 2018 dan H+8 yaitu tanggal 24 Juni 2018," kata Krist.


Krist menyatakan, Astra Tol Tangerang-Merak selaku pengelola Tol Tangerang-Merak telah menyiapkan dua program utama untuk Lebaran tahun ini, yaitu Lebaran 2018 : Mudik Aman dan Berkesan, dan Ayo ke Banten : Silaturahmi Sembari Wisata di Banten. Hal itu dilakukan sebagai upaya peningkatan layanan dan informasi bagi pengguna jalan tol dalam menghadapi arus mudik dan balik serta liburan Lebaran 2018. "Ini juga sebagai bagian dari wujud dukungan terhadap pesona wisata Banten yang ramai dikunjungi pada momen libur Lebaran," ungkapnya.


Hadir dalam acara itu Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, Direktur Lalulintas Polda Banten Kombes Pol Tri Julianto Djatiutomo, Perwakilan Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Plt Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Herdi Jauhari.

Pada arus mudik tahun ini, dikatakan Krist, berbagai peningkatan layanan telah disiapkan bagi pengguna tol, baik dari segi layanan transaksi, manajemen lalu lintas, sosialisasi informasi, posko pelayanan siaga juga layanan peningkatan infrastruktur jalan. “Sebagai langkah antisipatif sebelum menghadapi kepadatan lalu lintas, kami telah mengawali pekerjaan penambahan lajur keempat, yang sudah rampung mulai dari KM 26+039 Bitung hingga KM 31+500 Cikupa dan diawal tahun ini juga sudah dilakukan pekerjaan penambahan lajur keempat mulai dari Cikupa KM 31+900 hingga Balaraja Barat KM 39+200, sepanjang 7,3 km ini siap untuk melayani arus mudik pada H-10 Lebaran ini,” tegas Krist.


Krist mengimbau, demi menjaga kelancaran dalam bertransaksi, pengguna tol diminta untuk selalu memperhatikan jumlah saldo yang mencukupi dan selalu menggunakan kartu uang elektronik yang sama pada saat bertransaksi di gerbang masuk dan keluar tol.


"Saat arus mudik dan balik Lebaran, peningkatan kapasitas transaksi dilakukan Astra Tol Tangerang-Merak dengan memaksimalkan operasional 89 gardu reguler yang terdapat pada 10 gerbang tol terdiri atas 7 gardu reversible dan 5 gardu tandem dengan komposisi Gardu Tol Otomatis (GTO) sebanyak 23 gardu terdiri atas 12 Gardu Entrance, 9 Gardu Exit dan 2 Gardu Ramp," jelasnya.


Krist juga menjamin, kondisi umum jalan tol pada H-10 s.d H+10 terbebas dari perambuan dan peralatan kerja perbaikan, sehingga ruas Tol Tangerang-Merak sepanjang 144 KM arah Merak dan arah Jakarta dalam kondisi baik dan aman untuk dilalui. "Ini untuk kelancaran, keamanan dan kenyamanan pengguna tol,” papar Krist.


Selain kondisi jalan, kata Krist, berbagai persiapan manajemen lalu lintas juga telah disiapkan. Jika terjadi antrean di Merak maka akan dilakukan penampungan kendaraan di jalan Cikuasa sampai pertigaan akses Tol Merak.

Transaksi gardu exit Gerbang Tol Merak dihentikan sementara (buka-tutup) dan akan dibuka kembali saat jatan Cikuasa bisa menampung kembali. Pengguna jalan tol dihimbau untuk istirahat di Tempat lstirahat dan Pelayanan (TIP) KM 43 dan KM 68 arah Merak, dan kendaraan disortir untuk dialihkan keluar ke Gerbang Cilegon Timur atau Cilegon Barat.

Jika terjadi antrean ke Cilegon Timur, maka akan dilakukan pengaiihan sebagian kendaraan ke Gerbang Cilegon Barat. Jika terjadi antrean di Gerbang Serang Timur, maka akan dilakukan pengalihan sebagian kendaraan ke Gerbang Serang Barat. "Bila dalam kondisi diperlukan sistem lawan arus atau contraflow, petugas telah menyiapkan titik rencana contraflow yang diupayakan pengaturan pengalihan arus lalu lintas ke gerbang tol terdekat," ungkap Krist lagi.


Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Tri Julianto menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PT ADDP Pelabuhan Merak terkait pengoperasian kapal. "Kita sudah lakukan rekayasa lalu lintas, termasuk saat puncak arus mudik. Kendaraan roda empat atau lebih yang masuk ke pelabuhan akan diarahkan melalui jalur atas, melalui Cikuasa atas. Nanti juga ada pos penyekatan di Gerem atas dan bawah, masyarakat yang masuk pelabuhan bisa teratur," kata Tri.


Selain itu, kata Tri, ASDP juga berjanji saat terjadi kepadatan kendaraan di tol, akan mengoperasikan kapal yang bersakal besar. Tri mangkui, antrean kendaraan di tol tidak bisa dihindarkan, karena kapasitas angkut kapal tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang akan melintas. "66 kapal akan dioperasikan, 36 dipriortaskan kapal besar," tegasnya.


Untuk arus lalulintas liburan, kata Tri, pihaknya akan mengalihkan kendaraan bus yang akan menuju Anyer di pintu tol Cilegon Barat. Hal itu dikarena jalur lingkar selatan (JLS) belum bisa digunakan untuk kendaraan besar. "JLS hanya untuk mobil kecil, kita akan sosialisasi agar mobil keluar di Cilegon barat. Kepadatan pasti akan terjadi di jalan Ciwandan," pungkasnya.  (gillang/marjuki)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook