Dinkes Temukan Tahu Berpengawet Mayat

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:57:12 WIB   |  dibaca: 233 kali
Dinkes Temukan Tahu Berpengawet Mayat

CEK MAKANAN : Petugas dari Dinkes Kota Serang mengecek berbagai macam makanan yang dijual di Pasar Taman Sari, Kota Serang, Jumat (25/5).

SERANG - Dinas Kesehatan Kota Serang menggelar pengawasan intensifikasi keamanan pangan di Pasar Taman Sari, Jumat (25/5). Dalam kesempatan itu Dinas Kesehatan Kota Serang menemukan tahu yang mengandung formalin.


Staf Farmasi dan Alat Kesehatan Dinkes Kota Serang Evi Nursa'adah mengatakan bahwa sejak pagi ia dan tim memeriksa sejumlah makanan yang ada di Taman Sari. Beberapa makanan yang diperiksa yaitu tahu kuning, tahu putih, tahu kulit, pacar cina, ikan asin, kolang-kaling, bakso ikan, cilok, otak-otak, dan nuget. Dari semua sampel yang diambil itu hanya tahu kuning dan tahu kulit yang positif mengandung formalin. "Setelah kita cek di laboratorium hanya tahu yang mengandung formalin," kata Evi.


Evi mengatakan bahwa semula dalam pemeriksaan awal ada beberapa makanan yang diduga mengandung formalin dan roda min B atau zat pewarna tekstil. Namun setelah dicek ulang di laboratorium hanya tahu kulit dan tahu kuning dari Pasar Taman Sari yang postif mengandung formalin. Sementara kandungan rodamin B saat diperiksa ulang hasiknya negatif. "Pemeriksaan di Pasar Lama negatif dan tidak ditemukan makanan olahan yang mengandung zat berbahaya baik formalin, pewarna, maupun boraks," katanya.


Kepala Seksi Farmasi dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Serang Ade Elman Suhendar mengatakan bahwa formalin adalah zat beracun bagi tubuh manusia yang mengandung zat karsinogen yang menyebabkan kanker, mengandung mutagen yang menyebabkan perubahan sel dan jaringan tubuh, serta mengandung korosif dan iritatif. Uap formalin sendiri sangat berbahaya jika terhirup oleh pernapasan dan sangat berbahaya dan menyebabkan iritasi jika tertelan oleh manusia.


Dampak yang disebabkan oleh formalin ada yang berdampak langsung dan tidak langsung. Jika terpapar formalin secara kronik dan berulang-ulang antara lain akan menyebabkan sakit kepala, radang hidung kronis (rhinitis), mual-mual, gangguan pernapasan, baik berupa batuk kronis atau sesak napas kronis.

Pada manusia penggunaan formalin jangka panjang dapat menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan."Dua sendok makan formalin bisa menyebabkan kematian. Mungkin yang ditemukan dicampur pada makanan cuma beberapa tetes," kata Ade.  


Ade mengatakan bahwa formalin karena bukan merupakan bahan campuran makanan dan berbahaya bagi tubuh. Formalin digunakan dalam dunia industri plastik, konstruksi, karpet, dan untuk pengawet mayat. Dampak formalin ada yang langsung dan ada yang jangka panjang bergantung pada daya tahan tubuh masing-masing orang.

Dengan adanya temuan ini maka Dinas Kesehatan Kota Serang akan menindaklanjuti dengan memberikan pembinaan kepada para pedagang dan memberikan pemahaman terkait bahaya formalin yang dicampur dengan makanan."Selanjutnya kita juga akan melakukan pengawasan makanan pembuka puasa atau tajil seperti di Islamik Center dan tempat lainnya, tapi untuk tanggalnya belum ditentukan," katanya. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook