Waspadai Celeng, BKP Amankan Ratusan Burung

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 28 Mei 2018 - 12:19:21 WIB   |  dibaca: 438 kali
Waspadai Celeng, BKP Amankan Ratusan Burung

AMANKAN BURUNG : Petugas Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon di sela-sela pemeriksaan kendaraan yang membawa burung asal Sumatera di Kantor BKP Kelas II Cilegon, tepatnya di Jalan Akses Tol Merak, Sabtu (26/5).

CILEGON - Menjelang Lebaran atau HAri Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon terus mewaspadai lalu lintas daging celeng atau daging babi asal Sumatera. Alih-alih menangkap daging celeng, petugas BKP Kelas II Cilegon justru mengamankan burung ilegal asal Sumatera, Sabtu (26/5).


Kepala Seksi (Kasi) Karantina Hewan pada BKP Kelas II Cilegon Rifky Danial mengatakan, pihaknya mengamankan 100 burung Manyar asal Lampung yang hendak dibawa Bandung. Pengamanan tersebut bukan karena satwa yang dilindungi, melainkan karena pengiriman tak menyertakan surat karantina hewan asal dari burung tersebut. "Ada 2.876 ekor burung dari berbagai jenis, tapi yang kami sita 100 ekor burung Manyar," kata Rifky kepada Banten Raya, kemarin.


Rifky menjelaskan, kronologis penangkapan tersebut. Awalnya, petugas dari BKP Kelas II Cilegon mencurigai sebuah mobil Daihatsu Granmax berwarna putih dengan Nomor Polisi (Nopol) BG-1388-BB yang turun dari kapal di Pelabuhan Merak.

Dalam mobil tersebut, penuh dengan kotak yang mencurigakan. Sehingga, pihaknya berusaha memberhentikan mobil tersebut. Namun, sopir justru menghindar dan enggan berhenti. "Jadi kami kejar dan mobil digiring ke kantor BKP Cilegon. Setelah diperiksa ternyata isinya bukan daging celeng tapi ribuan ekor burung. 100 diantaranya tidak ada dokumen pengiriman. Itu kejadian pada Sabtu (26/5) sore sekitar pukul 15.00 WIB," jelasnya.


Atas pemeriksaan itu, tambah Rifky, ratusan burung disita oleh pihaknya dan akan dilakukan pelepas liaran ke alam bebas. Sementara burung yang dokumennya lengkap dipersilakan untuk dikirim ke kota tujuan dengan mobil yang sama.

Pentingnya dokumen pengiriman satwa, lantaran dikhawatirkan melalui peredaran satwa bisa menularkan penyakit melaluu virus. "Kalau jenis burung ada Kolibri sekitar 2.000 ekor, Manyar 320 ekor, yang tidak ada dokukennya seratus. Ada juga burunh Betet, Trucuk, Kepodang, dan Cililin," tambahnya.


Rifky menuturkan, menjelang Lebaran ini lalu lintas peredaran hewan maupun produk hewani mengalami lonjakan. Peredaran produk hewan seperti ayam potong dan daging berasal dari Jawa ke Sumatera. Tetapi, ada juga beberapa komoditas hewani yang berasal dari Sumater ke Jawa. "Kami memerketat pengawasan dan bekerjasama dengan Polsek KSKP (Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan) Merak," tuturnya.


Sementara itu, Kepala BKP Kelas II Cilegon Raden Nurcahyono mengatakan, peningkatan pengawasan dilakukannya sejak pekan lalu. Ia melakukan hal tersebut, guna menjamin keamanan produk makanan untuk masyarakat baik dari produk hewan maupun tumbuhan, agar tidak adanya produk ilegal yang beredar di masyarakat jelang Lebaran ini.


"Biasanya yang rawan itu peredaran daging celeng asal Sumatera yang dikirim ke Jakarta dan sekitarnya. Makanya kami lakukan pengawasan intensif. Pengawasan bukan hanya pada kendaraan barang saja, tapi juga kendaraan penumpang, karena kadang kendaraan untuk mengangkut barang juga," katanya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook