Warga Tuding Air PDAM Bau Pemutih

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Senin, 28 Mei 2018 - 12:52:51 WIB   |  dibaca: 414 kali
Warga Tuding Air PDAM Bau Pemutih

BERBAU : Seorang anak sedang menghidupkan air dari kran yang didistribusikan PDAM di Kampung Babakan, Cibadak, Sabtu (26/5).

RANGKASBITUNG - Para pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Multatuli Lebak di Kampung Cibadas dan Kampung Babakan, Desa Malabar, Kecamatan Cibadak menuding air bersih yang didistribusikan ke masing masing rumah mereka berbau aroma bayclean atau pemutih pakaian. Akibatnya, para pelanggan PDAM itu enggan untuk menggunakannya, karena khawatir membahayakan.


"Pada hari ini (Sabtu-red), saya kedatangan perwakilan warga Kampung Cicadas dan warga Kampung Babakan yang sekaligus para pelanggan PDAM. Setelah saya taya apa kepentingannya datang ke rumaha saya, mereka mengatakan bila air bersih yang didistribusikan PDAM bau bayclean," kata Kepala Desa Malabar, Kecamatan Cibadak, Jubed Pasmi menirukan ucapan warganya kepada Banten Raya, kemarin.


Mengingat bau pemutih itu sangat menyengat hidung, tambah Jubed, maka pendistribusian air sejak pagi hingga malam hari itu tidak digunakan para pelanggan PDAM. Sebab, kejadian itu juga baru pertama kalinya di Mabalar. "Kami berharap, hal tersebut harus segara ditangani pihak PDAM, karena bila benar airnya bau bayclean, maka para pelanggan di desa kamipun akan selalu mengkhawatirkannya," tambahnya.


Menanggapi hal itu, Kepala Unit PDAM Cabang Cibadak dan Kalanganyar, Aji Suraji mengatakan, setelah menerima informasi tersebut, pihaknya langsung memerintahkan pegawainya yang berdomisili di Desa Malabar.

Setelah dilakukan pengecekan, tidak ada air yang didistribusikan PDAM ke pelanggan di desa tersebut yang bau pemutih. "Ketika dicek dibeberapa rumah pelanggan di Cicadas dan Babakan, hasilnya negatif. Mungkin pada saat itu, sempat bau kaporit. Memang kaporit ini baunya sedikit mirip bayclean.

Tetapi saya jamin dan saya pastikan, tidak akan mungkin air bersih yang kami diatribusikan kondisinya membahayakan, karena proses produksi hingga penditribusiannya selalu dalam pengawasan kami," katanya. (hudaya)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook