Polda Awasi Spekulan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 28 Mei 2018 - 13:05:20 WIB   |  dibaca: 279 kali
Polda Awasi Spekulan

DIAWASI : Pekerja menata tumpukan tabung elpiji ukuran 3 kilogram di agen elpiji Kota Serang, kemarin.

SERANG- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten akan mengawasi distribusi gas Liquified Petroleum Gas (elpiji) tabung 3 kilogram (kg) di pasaran. Hal itu dilakukan untuk mencegah spekulan yang memanfaatkan situasi Ramadan untuk mencari keuntungan dengan memainkan harga dan menyelewengkan distribusi gas elpiji.

Dirkrimsus Polda Banten Kombes Pol Abdul Karim mengatakan, persoalan gas elpiji 3 kg menjadi sektor yang paling rawan terjadi tindak kecurangan selama Ramadan. Apalagi harga di pasaran elpiji sudah mulai mengalami kenaikan.
 
"Harga gas 3 kilogram harganya sudah mulai naik. Ini harus kita selidiki, sebab kemarin Pertamina sudah memberikan drop melebihi jumlah kuota dari yang ditentukan, sesuai dengan permintaan kita," katanya kepada Banten Raya, Minggu (27/5).


Menurut Karim, dalam mencegah kenaikan, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap distribusi gas bersubsidi tersebut, karena pihaknya khawatir adanya spekulan. Sebab tindakan spekulan dapat menyebabkan melambungnya harga dan terjadinya kelangkaan gas bersubsidi."Kita akan awasi peredarannya, kita sudah selidiki terkait kenaikan itu," ujarnya.


Menurut Karim, untuk saat ini pihaknya menduga ada oknum yang dengan sengaja mempermainkan harga gas tersebut. Apalagi PT Pertamina sudah memberikan tambahan kuota untuk semua wilayah di Banten selama Ramadan ini."Dropnya sudah ditambah tapi kok harganya tetap tinggi. Jadi ini indikasinya ada yang coba-coba mempermainkan harga," tambahnya.


Dalam kasus ini, Karim mengungkapkan pihaknya akan melakukan tindakan tegas bagi para oknum yang mencoba melakukan tindakan yang merugikan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan bahan pokok."Kita akan lakukan penindakan apabila ditemukan oknum yang melakukannya," tegasnya.


Kepala Bidang Elpiji pada Hiswana Migas DPC Provinsi Banten Yudi Lukman mengatakan, selama Ramadan ini distribusi elpiji di Banten ditambah 15-20 persen. Hal itu dilakukan guna menjamin pasokan gas elpiji di Banten aman. "Pada 14 hari sebelum Lebaran dan 14 hari setelah Lebaran ada penambahan stok," katanya.


Yudi mengungkapkan, apabila terjadi peningkatan pembelian gas elpiji, Hiswana Migas akan melakukan koordinasi dengan PT Pertamina agar pasokan gas elpiji kembali ditambah. "Di Banten ada 51 agen elpiji, dengan total pangkalan sebanyak 153 pangkalan, dan nanti akan ditambah otlet khusus untuk SPBU sebanyak 67," tegasnya.


Diketahui, untuk harga pembelian elpiji yang diterapkan Pertamina khusus elpiji 3 kg menggunakan harga eceran tertinggi (HET) resmi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat yaitu Rp 16.500 per tabung. Namun di sejumlah wilayah, seperti di Cinanggung, Kecamatan Serang, Kota Serang harga elpiji menjacapai Rp 28 ribu. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook