Disperindag Tekan Produsen Daging

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 28 Mei 2018 - 13:21:55 WIB   |  dibaca: 333 kali
Disperindag Tekan Produsen Daging

MENUNGGU PEMBELI : Penjual daging sapi menunggu pembeli di Pasar Rau, Kota Serang, kemarin. Pada minggu kedua bulan Ramadhan, harga daging sapi naik.

SERANG- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten terus memantau perkembangan para peternak atau produsen daging jelang Hari Raya Idul Fitri. Hal itu dilakukan karena mereka menilai, kenaikan harga dipasaran dipicu oleh kenaikan yang diberlakukan oleh para peternak.


Kepala Disperindag Provinsi Banten Babar Soeharso mengatakan, seperti tahun sebelumnya, tahun ini pihaknya juga akan menggelar operasi pasar jelang Lebaran. Meski demikian, operasi pasar yang dimaksud kali ini berbeda, dimana pihaknya akan lebih meningkatkan pemantauan kepada produsen daging.
 
''Operasi kali ini berbeda dari biasanya. Kami meminta langsung ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menekan harga di tingkat produsen,” ujarnya, kemarin.


Menurutnya, langkah tersebut terbilang efektif karena baik harga daging merah maupun putih di pasaran berangsur turun dengan nilai bervariatif. ''Kuncinya ternyata di peternak yang menaikan harga saat kondisi seperti ini. Kalau di peternak harganya naik, otomastis sudah masuk pasar juga harganya akan naik," katanya.


Sebelum metode pendekatan itu dilakukan, kata dia, harga daging putih atau ayam di pasaran pada awal Ramadan sekitar Rp 38.000 per kilogram, kemudian turun menjadi rata-rata Rp 36.000 per kilogram. ''Kita berharap harganya kembali normal karena pasokan itu mencukupi. Hanya saja memang di tingkat peternak atau produsen," ungkapnya.


Lebih lanjut dikatakan Babar, selain menjalin komunikasi dengan Kemendag dan Kementan, Disperindag juga telah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan (Distan). Itu dilakukan agar pengawasan ditingkat lokal lebih efektif.

''Kita juga mengoptimalkan peran Satgas Pangan untuk memantau perkembangan di lapangan," tuturnya.


Sedangkan untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok secara umum di Provinsi Banten, pihaknya akan mengadakan pasar murah atau bazar. Kegiatan itu rencananya dilaksanakan pada 5 Juni bertempat di halaman Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang.


“Selain itu juga nanti ada kegiatan serupa di delapan kabupaten/kota. Sejumlah lembaga lainnya juga mengadakan pasar murah termasuk di jajaran kepolisian, Polda Banten sampai ke bawah,” ujarnya.

Sekda Banten Ranta Soeharta mengatakan, selain memberatkan masyarakat, kenaikan harga sembako juga dapat memengaruhi inflasi. Dengan demikian, diperlukan upaya dari pemerintah untuk bisa mengendalikan harga di pasaran.
 
"Karena ada hal (kenaikan harga) kita akan turun ke lapangan. Paling tidak beritahukan ke pedagang stok sudah aman, harga juga jangan tinggi," katanya.


Di sisi lain, pemprov juga akan selalu menjaga agar stok kebutuhan pokok tetap terjaga selama Ramadan. Meski begitu, pemprov juga tak bisa menjamin ketersediaan kebutuhan pokok seleruhnya. Sebab, komoditas tertentu seperti cabai dan bawang, Banten masih mengandalkan pasokan dari luar Banten.
 
"Cabai dan bawang enggak bisa kita intervensi. Tapi yang saya dengar Satgas Pangan Polda akan segera turun awasi ini. Bahkan, instruksi Kapolri jika harga-harga dinilai sudah tinggi maka harus ditindak," tegasnya. (dewa)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook