Mandi Air Belerang, Rambut Berubah Pirang

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 28 Mei 2018 - 14:00:03 WIB   |  dibaca: 726 kali
Mandi Air Belerang, Rambut Berubah Pirang

PIRANG : Rambut anak-anak di Kampung Larangan , Desa Walikukun, Kecamatan Carenang berwarna pirang akibat mandi di air belerang.

SERANG – Memiliki rambut berwarna pirang merupakan hal yang biasa dan tidak aneh. Terlebih jika warna pirang itu merupakan hasi dicat menggunakan pewarna buatan. Namun berbeda ceritanya, jika rambut warna pirang itu bersifat alami karena dipengaruhi faktor alam.

Terletak di Desa Walikukun, Kecamatan Carenang terdapat sebuah kampung bernama Kampung Larangan. Di kampung tersebut terdapat sekitar 100 kepala keluarga (KK), hampir semua warganya memiliki rambut berwarna pirang. Tidak hanya anak-anak yang rambutnya berwarna pirang, namun orang dewasa di kampung itu juga berwarna pirang.


Usut punya usut, warna pirang pada rambut warga tersebut karena disebabkan karena warga sering mandi air belerang yang ditampung warga di samping musala. “Anak-anak di sini sampai orang tuanya semua rambutnya pirang, tapi enggak ada yang satupun yang dipikok. Padahal waktu lahir rambutnya hitam” ujar Haerudin, warga setempat, Minggu (27/5).


Kampung Larangan yang berada di wilayah Serang utara tersebut sering kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau, sehingga warga memanfaatkan air belerang tersebut untuk mandi dan mencuci. “Enggak ada sumber air lagi di sini, makanya warga pada pakai air belerang di sini untuk keperluan sehari-hari, tapi untuk masak mah enggak pakai air ini,” tuturnya.


Memiliki rambut berwarna pirang, ternyata membuat tidak nyaman bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Pasalnya, mereka saat sekolah rambutnya yang berwarna pirang dipotong oleh gurnya. “Jadi anak yang laki-laki rambutnya pada dipotong, kadang sampai ada yang pelontos juga dipotongnya,” katanya.


Haerudin menuturkan, asal muasal adanya sumber air belerang tersebut bermula pada tahun 2008, saat warga bergotong royong membuat sumur bor untuk mencari sumber air yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Sempat ngebor di tempat yang lain, tapi airnya enggak ada. Katanya sih air belerangnya bisa buat obat gatal-gatal,” ungkapnya.


Kepala Desa Walikukun Asep Fathurrohman menuturkan, warna pirang warganya tersebut lantaran air yang dibor oleh warga pada tahun 2008 lalu. Menurutnya, kadar air di daerah Walikukun, khususnya di Kampung Larangan memang kurang bagus, sebab terlalu tinggi zat besinya. “Itu dampak dari air pengeboran masyarakat. Kami sebenarnya sudah memberi solusi dengan cara membuat MCK, tapi warga tetap mandi pakai air belerang itu,” ujar Asep. (TANJUNG)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook