Parahyangan dan Rocky Roll Nekat Beroperasi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 28 Mei 2018 - 14:06:14 WIB   |  dibaca: 1010 kali
Parahyangan dan Rocky Roll Nekat Beroperasi

DIRAZIA : Petugas Satpol PP Kota Cilegon mendapati sejumlah pengunjung sedang mengonsumsi minuman keras di tempat hiburan karaoke Rocky and Roll di Cilegon Business Square, Jumat (25/5) malam.

SERANG – Tempat hiburan nekat beroperasi di Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Serang memergoki tempat hiburan malam Parahyangan yang beroperasi di Kecamatan Kramatwatu, di Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon. Adapun di Cilegon, petugas Satpol PP menegur pengelola hiburan karaoke Rocky and Roll di Cilegon Business Square, Kecamatan Cibeber.


Kasi Kerjasama Pengamanan Keputusan Kepala Daerah Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Iwan Firmansyah mengatakan, sebelum melakukan pamantauan, pihaknya telah melakukan penyelidikan terlebih dahulu pada Kamis malam (24/5). “Malam Sabtu kemarin kita melaksanakan monitoring bersama sejumlah petugas Satpol PP, ada satu tempat hiburan malam, yaitu Parahyangan yang tetap buka,” kata Iwan, Minggu (27/5).


Iwan menuturkan, modus yang digunakan pengelola tempat hiburan tersebut yaitu dengan cara mematikan lampu bagian depan, namun membiarkan pintunya tetap terbuka. “Semua tempat hiburan yang ada di Serang timur dan Serang barat kita pantau, dari hasil pantuan kita, hanya satu itu saja (Parahyangan-red) yang buka, yang lainnya pada lagi direnovasi. Selama satu bulan Ramadhan ini akan terus kita pantau,” ujarnya.


Ia menjelaskan, selain melakukan pemantaun, pihaknya juga melakukan iventarisir tempat-tempat hiburan malam, mengecek ijin usaha setiap tempat hiburan malam yang ada. “Ada yang punya ijjin, ada yang enggak juga. Untuk Parahyangan yang tetap buka ternyata tidak punya ijin. Sesuai arahan dari Pak Kasat (Kepala Dinas Satpol PP, Hulaeli Asyikin-red), kita diminta untuk menginventarisir dulu,” tuturnya.


Ia mengimbau, semua tempat hiburan di Kabupaten Serang agar mentaati surat edaran bupati yang telah disampaikan kepada pihak pengelola. “Tujuan dari dikeluarkannya surat edaran itu kan untuk ditaati, tentunya kalau melakukan pelanggaran pasti ada sangsi yang akan diberikan. Saya berharap pengelola Parahyangan bisa mencontoh tempat hiburan malam yang lain, yang tidak beroperasi selama bulan Ramadan ini,” katanya.


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-undangan pada Satpol PP Kota Cilegon Sofan Maksudi mengatakan, Satpol PP Kota Cilegon melakukan monitoring selama 2 hari berturut-turut, yaitu Jumat dan Sabtu (25-26/5) malam. “Jumat malam kami adakan monitoring khusus dan hasilnya masih ada yang buka 1 tempat hiburan yaitu Rocky and Roll. Sementara di hari keduanya saat monitoring gabungan tidak ada temuan,” katanya.


Sofan menambahkan, saat dilakukan monitoring tim Satpol PP menemukan 2 room di Rocky and Roll kedapatan buka. Satpol PP menemukan dua laki-laki dan dua wanita penghibur sedang minum-minuman keras, serta satu room lainnya didapati 4 wanita penghibur sedang berkumpul. Sofan melanjutkan, jika nampak dari luar sangat rapih karena seolah-olah pintu masuk di gembok namun kenyataannya tidak.


“Temuannya ada dua room yang buka, satu room masih ada pengunjung satu lagi cuma jadi tempat berkumpul. Rupanya mereka biasa melayani pelangan tertentu saja, karena kelihatannya tidak ada aktivitas dari luar ditambah seolah-olah digembok,” imbuhnya.


Sofan menjelaskan, atas kejadian tersebut Satpol PP meminta pengelola hiburan diminta menandatangani 2 berita acara pelanggaran yaitu pelanggara terhadap Peraturan Daerah (Perda) nomor 2/2003 dan edaran Walikota Cilegon nomor 556.322/1096/Pol.PP/2018. Dimana sanksinya pencabutan izin. (tanjung/uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook