Pengelolaan Alun-alun Disoal

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 31 Mei 2018 - 11:45:36 WIB   |  dibaca: 576 kali
Pengelolaan Alun-alun  Disoal

Sejumlah pengurus Karang Taruna Kota Cilegon berdiskusi dengan salah satu paguyuban pedagang alun-laun, Selasa malam (28/5).

CILEGON – Pengurus Karang Taruna Kota Cilegon mempersoalkan pengelolaan alun-alun Kota Cilegon. Hal itu terjadi, menyusul banyaknya parkir liar dan pedagang ilegal disekitar alun-alun, sehingga membuat semrawut dan kumuh.


Ketua Karang Taruna Kota Cilegon Rahmatullah mengatakan, banyak pengelola parkir di alun-alun Kota Cilegon tidak mengantongi izin dari pemerintah, termasuk juga para pedagang yang sampai sekarang tidak pernah mendapatkan izin untuk berjualan.

"Ada beberapa yang memang ilegal dan terkesan semrawut. Banyak motor yang hilang sehingga membuat keresahan. Namun, ada beberapa yang memang murni dikelola oleh swadaya warga sekitar dan itu sangat rapih. Pedagang juga begitu, diluar stand 21 kebanyakan ilegal dan tidak terkelola dengan baik," katanya kepada Banten Raya, Selasa (29/5) malam.


Rahmatullah menjelaskan, Karang Taruna Kota Cilegon juga menggugat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon yang dianggap kurang mengakomidir warga sekitar untuk mengisi stand kuliner 21 yang ada di alun-alun.

 "Pada awal sosialisasi, kami meminta untuk warga sekitar yang diakomodir untuk berjualan kuliner mengisi stabn di alun-alun. Tapi pada kenyataannya banyak warga yang jauh malah mengisi stand. Kami berharap pemerintah juga bisa komitmen dengan apa yang sudah disampaikannya," jelasnya.


Rahmatullah menambahkan, keberadaan alaun-alaun sedikitnya harus mampu memberikan manfaat kepada warga sekitar, khususnya warga Kelurahan Ramanuju. Untuk itu, harus ada persentase yang jelas terkait persoalan parkir dan stand pedagang yang ada di alun-alun.

"Memang alaun-alaun Kota Cilegon bukan milik warga Ramanuju saja. Namun, harus ada persentasi kepada warga, sehingga warga mampu mendapatkan nilai manfaat secara ekonomis atas adanya alun-alun tersebut," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Cilegon Abdul Aziz mengungkapkan, banyaknya pedagang ilegal dan pengelola parkir ilegal yang ada di alun-alun Kota Cilegon disinyalir adanya oknum dari dinas yang bermain, sehingga para pedagang dan pengelola parkir mengaku sudah diakomodir dan mendapatkan izin dari dinas.

"Pengakuan salah satu pedagang mendapatkan izin dari dinas untuk berjualan. Untuk itu mereka beradi berjualan, termasuk juga melakukan penarikan parkir sudah mendapatkan izin," ungkapnya.
Azis menegaskan, harus ada solusi bersama dalam rangka melakukan pengelolaan alun-alun secara baik dan tidak menyalahi aturan. Karang Taruna Kota Cilegon siap untuk diajak berdialog bersama dalam ragka memberikan solusi.

"Semua pemangku kebijakan harus duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan yang ada, sehingga alun-alun Kota Cilegon tidak kotor dan semrawut, baik dari sampah maupun juga tata kelolanya," tegasnya. (uri)
 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook