Dapur Ngebul, Baju Lebaran Anak Aman

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 31 Mei 2018 - 12:25:44 WIB   |  dibaca: 183 kali
Dapur Ngebul, Baju Lebaran Anak Aman

TAWAR MENAWAR : Suasana transaksi jual beli timun suri di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, kemarin.

 KOTA SERANG - Selain tarawih dan petasan, banyak hal identik lainnya berkaitan dengan Ramadan. Itu tak lain adalah soal makanannya seperti timun suri. Jangan heran, saking larisnya buah musiman itu pun menjadi pundi-pundi rupiah para petani dan pedagangnya.

Sudah beberepa hari ini ruas jalan Taktakan-Gunungsari Kota Serang ramai. Banyak pengendara motor membawa karung berhenti di sisi ruas jalan tersebut, dan langsung menurunkan barang bawaannya. Dengan cekatan mereka mulai beraksi, menghamparkan kain dan plastik ukuran besar dan meletakan sesuatu di atasnya yang tak lain adalah buah timun suri. Ya timun suri, buah musiman yang akan begitu mudah dijumpai dan banyak dicari ketika Ramadan.


Seorang pedagang timun suri Maesaroh menceritakan, jika pemandangan yang terlihat saat itu adalah pemandangan yang akan selalu dijumpai sepanjang Ramadan. Sebagai warga Kecamatan Taktakan, dia pun ingin memanfaatkan sebagai pribumi untuk ikut berjualan.  


Maesaroh sendiri mengaku baru mulai berjualan timun suri sejak beberapa tahun lalu. Baginya berjualan timun suri dimaksudkan untuk menambah penghasilan keluarga karena penghasilan suaminya yang pas-pasan. Pilihan menjual timun suri pun terbesit karena buah musiman itu sangat laris di bulan puasa.


Soal suplai barang dagangannya, ibu dua anak ini membelinya dari petani di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang dengan takaran per kilogram. Sedangkan ketika sudah ada di atas lapaknya, Maesaroh menjualnya dengan takaran per buah.


Menurutnya, timun suri yang dia jual harganya bervariatif dari Rp 2.000 hingga Rp 7.000 per buah. Harga biasanya disesuaikan dengan ukuran buah itu sendiri. Meski keuntungan yang diperoleh tidak terbilang besar, namun dirinya selalu memanfaatkan momen Ramadan untuk berjualan timun suri.


Diakui wanita berkulit sawo matang ini, per hari dia bisa meraup keuntungan antara Rp 50.000 hingga Rp 80.000. “Lumayan kan uangnya buat ditabung menjelang kebutuhan Lebaran. Biasanya beli baju Lebaran buat anak juga dari hasil jualan timun suri,” akunya.


Seorang pembeli, Mimin Amainah mengaku hampir setiap hari membeli timun suri di ruas jalan Taktakan ini. Menurutnya, harga yang ditawarkan di sana lebih mura ketimbang harus membeli di pasar. Selain itu membeli timun suri di luar pasar bisa disesuaikan dengan kebutuhan karena buah bisa dibel per buah. Hal itu sulit ditemui jika harus membeli ke pasar di mana pembeli di batasi membeli dengan takaran per kilogram.


Terkait fenomena buah musiman itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten Banten Babar Suharso menilai komoditas timun suri sesungguhnya bisa menggerakaan perekonomian masyarakat khususnya di bulan Ramadan. Oleh karena itu, petani timun suri di wilayah Banten bisa dikembangkan.


"Pada dasarnya kita memang diajarkan untuk membaca setiap peluang yang muncul. Apa yang dilakukan oleh para pedagang musiman ini mungkin bisa menjadi salah satu contohnya. Hal demikian lumrah saja ketimbang mencari bekal Lebaran dengan cara melanggar aturan," ujarnya. (JERMAINE A TIRTADEWA)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook