Toto Divonis 1 Tahun Penjara

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 31 Mei 2018 - 12:43:27 WIB   |  dibaca: 318 kali
Toto Divonis 1 Tahun Penjara

BERBINCANG : Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek Puskesmas Pamarayan tahun 2015 Toto Soegianto (kiri) berbincang sebelum sidang dimulai, kemarin.

SERANG- Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek Gedung Puskesmas Pamarayan pada 2015 senilai Rp 4,5 miliar, Toto Soegianto (Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Serang) divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan, karena terbukti bersalah dalam kasus tersebut.

Ketua Majelis Hakim Yusriansyah mengatakan, Toto dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama terkait proyek gedung Puskemas Pamarayan tahun 2015 senilai Rp 4,5 miliar.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama satu tahun dan denda sebesar Rp 50 juta. Apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," kata Yusriansyah saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Serang, Rabu (30/5).


Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Serang yang menuntut Toto Soegianto dengan pidana penjara selama 16 bulan dan denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Selain Toto, Direktur PT Indah Utama Jaya Mandiri (IUJM) Tiur Mona Marpaung dan pelaksana pekerjaan Irwan Mulyana juga divonis 1 tahun penjara, dengan uang pengganti dengan nominal yang berbeda.

"Menjatuhkan pidana masing-masing selama 1 tahun. Untuk uang penggati, Tiur diharuskan mengembalikan uang penggganti sebesar Rp 30 juta susbider 1 tahun penjara. Sedangkan Irwan harus mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 230 juta subsider 1 tahun," ujar.


Perbuatan ketiga terdakwa dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar dakwaan subsider, pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Menanggapi vonis tersebut, ketiga terdakwa maupun JPU Kejari Serang Subadri menyatakan pikir-pikir.


Diketahui sebelumnya, dugaan kasus korupsi Puskesmas Pamarayan tahun 2015 itu telah menetapkan tiga orang tersangka yakni Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Serang Toto Sugiarto yang juga Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Serang. Kemudian tersangka lainnya Direktur PT Indah Utama Jaya Mandiri (IUJM) Tiur Mona Marpaung, dan Irwan Mulyana.


PT IUJM merupakan pemenang lelang. Tiur Mona Marpaung mengalihkan pelaksanaan pekerjaan itu kepada Irwan Mulyana melalui surat kuasa. Dalam akta kuasa itu, Tiur Mona Marpaung menyebutkan bahwa bila terdapat pelanggaran hukum dalam pelaksanaan proyek pembangunan Puskesmas Pamarayan, menjadi tanggung jawab Irwan Mulyana.
 
Februari 2016, gedung Puskesmas Pamarayan selesai dibangun.

Namun tak lama setelah diresmikan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, tembok Puskesmas Pamarayan retak. Kerusakan juga terjadi pada lantai keramik puskesmas di Kecamatan Pamarayan tersebut.

Persoalan itu diselidiki Kejari Serang karena ada dugaan hasil pembangunan Puskesmas Pamarayan tidak sesuai spesifikasi dalam dokumen kontrak. Kejari Serang tidak hanya meminta keterangan saksi-saksi, ahli konstruksi dari Politeknik Negeri Bandung (Polban) juga digandeng untuk melakukan audit fisik hasil pembangunan Puskesmas Pamarayan. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook