Membangkang, Kepsek Bakal Diberi Sanksi

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 31 Mei 2018 - 12:51:54 WIB   |  dibaca: 229 kali
Membangkang, Kepsek Bakal Diberi Sanksi

BUKAN SEKEDAR SALAMAN : Bupati Serang menyalami ratusan pejabat fungsional bidang pendidikan yang baru saja dilantiknya, kemarin. Di sela salaman itu, Tatu menyematkan pesan-pesan agar mereka bekerja penuh semangat.

SERANG – Bupati Serang Rt Tatu Chasanah melantik pejabat fungsional bidang pendidikan sebanyak 204 orang, yang terdiri dari 19 kepala SMP, 152 kepala SD, dua kepala taman kanak-kanak, delapan pengawas, dan 23 penilik.

Dalam sambutannya, bupati menegaskan akan memberi sanksi terhadap kepala sekolah (kepsek) yang tidak menjalankan surat keputusan (SK), salah satunya tidak mau pindah dari sekolah yang lama ke sekolah yang baru.


Tatu menjelaskan, sesuai dengan sumpah aparatur sipil negara (ASN), mereka harus bersedia ditempatkan dimanapun untuk melakukan pengabdian. “Kalau ada yang tidak mentaati SK ada sanksi. Untuk ASN sudah jelas sangsinya seperti apa. Jadi tidak boleh melanggar sumpahnya. Jadi tidak boleh ada yang menentang,” ujarnya, usai pelantikan, di lapangan Tennis Indoor, Pemkab Serang, Rabu (30/5).

Ia berharap, para kepsek yang baru dilantik menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya. “Kita tahu bidang pendidikan ini kan salah satu indikator yang menjadi penunjang IPM (indeks pembangunan manusia). Soal pendidikan bukan hanya persoalan infrastruktur, tapi juga persoalan siswa dan para pengajar yang ada di dalamnya,” katanya.

Hasil pencapaian mutu pendidikan, lanjut Tatu, sangat bergantung pada mutu pendidikan dan kualitas tenaga pendidik dan juga para kepseknya. “Mereka harus bekerja profesional, bekerja sesuai tugasnya, rotasi mutasi ini juga melihat domisili masing-masing kepsek, supaya lebih mempermudah lagi dalam melaksanakan tugasnya. Kita dekatkan rumah mereka (kepsek-red) dengan sekolah agar lebih efisien,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya menuturkan, rotasi dan mutasi dilakukan sekaligus mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang kosong karena ditinggal pensiun. “Kita mengisi kekosongan kepala SD yang pensiun 27 orang. Kemudian ada promosi penilik sebanyak 10 orang. Untuk kepala SMP yang promosi dua orang,” tuturnya.

Asep menjamin tidak akan ada kepsek yang tidak menjalankan SK bupati, karena pihaknya telah melakukan pendekatan terhadap mereka sebelum pelantikan dilaksanakan. “Mereka harus memahami, proses mutasi rotasi, itu menjadi bagian buat penyegaran bagi mereka. Rasanya di periode saya tidak ada protes. Memang beberapa tahun yang lalu pernah terjadi, tapi itu dijenjang SMA, bahkan sampai sekarang kepseknya tidak mau pindah,” ujarnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook