Cari Untung, Makanan Kadaluarsa Dijajakan

nurul roudhoh   |   Kesehatan  |   Kamis, 31 Mei 2018 - 12:54:58 WIB   |  dibaca: 103 kali
Cari Untung, Makanan Kadaluarsa Dijajakan

SIDAK : Diskoperindag bersama BPOM Serang melakukan sidak di Pasar Ciruas, Rabu (30/5).

SERANG – Tim dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang, dan Satgas Pangan dari Polres Serang secara mendadak melakukan sidak ke Pasar Ciruas. Dalam sidak yang digelar saat pasar ramai pengunjung tersebut ditemukan produk berupa sotong yang menyerupai otak-otak mengandung boraks.


Staf pemeriksaan BPOM Serang Fauzi menjelaskan, pemeriksaan intensifikasi pengawasan pangan rutin dilakukan, terutama menjelang lebaran. “Biasanya kecenderungannya, makanan yang sudah kadaluarsa dikeluarkan oleh para pedagang. Kami sudah mensampling 21 makanan, ada satu produk yang tidak memenuhi syarat yaitu sotong, yang seperti otak-otak diduga mengandung borak,” kata Fauzi, usai sidak, Rabu (30/5).


Selain menemukan produk yang diduga mengandung borak, Fauzi menuturkan, pihaknya juga menemukan produk rumahan yang tidak memiliki ijin edar namun bebas dijual di Pasar Ciruas. “Temuan lainnya yaitu, ada pangan seperti hasil industri rumahan tapi tidak ada ijin edarnya, yaitu garam kuning cap jago. Setelah kami konfirmasi kepada pedagangnya, katanya dari sales lepas. Pengadaannya dari mana tidak diketahui,” ujarnya.


Selanjutnya, pihak BPOM mengamankan produk-produk yang mengandung boraks dan tidak memiliki ijin edar tersebut. Kemudian penjualnya diberi pembinaan. “Sebenarnya ada pidananya, tapi kita lakukan pembinaan dulu agar penjual bertanggungjawab, bahwa menjual pangan itu harus ada ijin edarnya. Kita akan panggil salesnya. Untuk tahap berikutnya ada sanksi administrasi, kalau tetap melakukan pelanggaran,” tuturnya.


Sekretaris Diskoperdindag Kabupaten Serang Dedi Arif Rohidi mengungkapkan, pihaknya akan terus bekerjasama dengan BPOM dan Polres Serang untuk melakukan sidak ke pasar-pasar di wilayah Kabupaten Serang. “Sidak akan terus kita lakukan sampai H-1 lebaran. Kita tidak ingin ada konsumen yang dirugikan. Untuk harga sembako masih stabil, kecuali kemiri, dari yang biasanya Rp20.000 perkilogram, saat ini Rp40.000 perkilogram, karena barangnya yang langka,” katanya.


Sementara itu, makanan dan minuman kadaluarsa ditemukan Disperindag Lebak di dua minimarket di Kecamatan Rangkasbitung, kemarin. Makanan tersebut di antaranya abon sapi dari salah satu merek, keripik nangka, keripik pisang.

Selain itu, ditemukan pula makanan yang kemasannya rusak, serta berbagai jenis sayur-sayuran yang sudah tidak layak dijual. Disperindag langsung memerintahkan pihak pengelola waralaba tersebut agar langsung melakukan retur.


Kepala Disperindag Lebak Dedi Rahmat yang memimpin langsung pengawasan mengatakan, bila perintah penarikan terhadap makanan bermasalah tersebut tidak diindahkan pengelola minimarket, maka pihaknya akan menjatuhkan sanksi tegas, serta membawa permasalahan ke ranah hukum.

"Besok (hari ini -red) kami akan kembali melakukan pengecekannya ke dua waralaba tersebut, dengan tujuan mencari tahu apakah makanan dalam kemasan yang kami anggal bermasalah, sudah ditarik atau belum," katanya. (tanjung/hudaya)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook