Pilkada Kota Serang Dipantau Negara Asing

nurul roudhoh   |   Politik  |   Kamis, 31 Mei 2018 - 12:58:53 WIB   |  dibaca: 809 kali
Pilkada Kota Serang Dipantau Negara Asing

KOORDINASI : Suasana rapat koordinasi antara Bawaslu Provinsi Banten dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Bekasi di Bogor, Rabu (30/5).

SERANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI memasukan Kota Serang dan Kota Tangerang dalam program electroral studies program (ESP) pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Dalam program tersebut, mereka akan mengundang penyelenggara pemilu dari negara-negara asing untuk memantau pelaksana pesta demokrasi lima tahunan tersebut.


Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinas Bawaslu Provinsi Banten dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi di Bogor, Rabu (30/5). Berdasarkan data yang dihimpun pelaksanaan pilkada di tida daerah itu pun masuk dalam program ESP.


Ketua Bawaslu Provinsi Banten Didih M Sudi mengatakan, program bertajuk ESP akan ada partisipasi para penyelenggara dan pemantau dari negara-negara Asia, Australia dan Eropa. Program serupa juga pernah dilakukan oleh KPU RI pada Pilkada Serentak 2015. Saat itu Pilkada Kota Tangsel yang dipilih.


“Banten menjadi salah satu wilayah percontohan. Ini menjadi kesempatan untuk menunjukkanbahwa.masyarakat Banten adalah masyarakat yang cinta damai. Pemilu bukan penyebab konflik antarmasyarakat,” ujarnya saat dihubungi Banten Raya, Rabu (30/5).


Mantan Komisioner KPU Provinsi Banten itu menungkapkan, dari empat daerah yang akan menggelar pilkada di 2018, hanya dua daerah yang dipilih yaitu Kota Serang dan Kota Tangerang. Pemilihan tersebut disesuaikan dengan keterwakilan karakteristik daerah.“Hanya Kota Tangerang dan Kota Serang. Kota Tangerang sebagai representasi dari calon tunggal,” katanya.


Adapun teknis pelaksanaan program ESP, dijelaskan Didih, penyelenggara dan pemantau pemilu dari negara asing akan memantau pola pengawasan pemilu  yang dilakukan oleh lembaga pengawas.“Sekaligus akan memantau kemajuan demokrasi dalam bentuk pemilu yang damai dan aman. Tidak semua negara dapat melakukan peralihan kekuasaan secara aman dan damai. Apalagi.negara besar seperti Indonesia,” tuturnya.


Kemudian Didih mengimbau kepada masyarakat dan peserta pilkada untuk menjaga suasana kondusif selama pelaksanaan pemilu. Hal itu bukan semata karena dipantau oleh lembaga asing.“Ini lebih kepada masyaraka Banten yang mencerminkan karakteristik masyarakat Banten yang egaliter,” imbaunya.


Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Sekretariat Bawaslu Provinsi Banten.  Program tersebut akan dilaksanakan pada 26-28 Juni, dimana pemungutan suara Pilkada Serentak 2018 akan digelar pada 27 Juni.


Rencananya wakil dari negara asing itu akan mengunjungi Kota Tangerang dan Kota Serang. Masing-masing 10 TPS akan menjadi objek pemantauan.Pengamat Politik dari Untirta Suwaib Amiruddin mengatakan, secara garis besar pelaksanaan pilkada di Banten berjalan dengan damai. Meski demikian dia menilai tetap diperlukan langkah antisipasi saat proses pemungutan suara.


“Secara sosiologis bahwa hubungan antarmasyarakat pendukung selama ini terjalin interaksi dan hubungan sosial yang baik. Tidak meruncing perbedanaan pilihan dan masyarakat cenderung cepat melupakan situasi perbedaan pada pilkada,” tuturnya. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook