Kereta Api Merak Diancam Bom, Penumpang Panik

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 02 Juni 2018 - 12:04:21 WIB   |  dibaca: 157 kali
Kereta Api Merak Diancam Bom, Penumpang Panik

SIGAP : Tim Gegana Satuan Brimob Polda Banten saat menyisir sudut Stasiun Cilegon dan rangkaian kereta api di Stasiun Cilegon, Jumat (1/6).

CILEGON - Pesan singkat ancaman bom yang masuk ke kondektur Kereta Api 469 jurusan Merak-Rangkasbitung, Jumat (1/6) petang membuat heboh. Alhasil, ratusan penumpang kereta api yang baru saja memasuki Stasiun Cilegon tersebut dievakuasi.

Semua diminta turun untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Tak hanya itu, penumpang Kereta Api 470 jurusan Rangkasbitung-Merak yang juga baru tiba di Stasiun Cilegon ikut diturunkan. Para penumpang sempat panik dan berebutan keluar kereta.

Peristiwa cukup menggegerkan itu terjadi ketika salah satu petugas kereta api menerima ancaman bom sekitar pukul 16.00 WIB di telepon selulernya. Mendapat pesan tak biasa, ia kemudian melaporkannya ke penjaga stasiun yang lalu diteruskan ke Polres Cilegon.


Polisi kemudian menyisir seluruh rangkaian kereta api. Setelah satu jam, tim dari gegana tersebut tidak menemukan benda mencurigakan. Rangkaian 470 kembali diberangkatkan menuju tujuan akhir Stasiun Merak sekitar pukul 17.30 WIB. Tak lama berselang, rangkaian 469 tujuan akhir Stasiun Rangkasbitung juga turut diberangkatkan.  


Kepala Stasiun Cilegon Muhammad Azizi mengatakan, pesan yang masuk ke petugas KA 469 adalah bahwa kereta api akan diledakan. "Namun karena saat itu ada dua rangkaian kereta yang berada di stasiun Cilegon, maka dua kereta yang  disisir oleh kepolisian. Saat ini handphone itu (kondektur kereta api -red)  di Polres untuk diperiksa,” jelasnya.


Kapolsek Cilegon Kompol Suradi menjelaskan, setelah menerima laporan dari kepala setsiun, pihaknya langsing berkomunikasi dengan Brimob Polda Banten. "Kami langsung menggerakan personil untuk melakukan pengamanan terlebih dahulu. lalu kami berkoordinasi dengan pimpinan serta Brimob untuk melakukan tindak lanjut berupa penyisiran," jelasnya.


Kepala Detasemen Satbrimob Polda Banten AKBP Indra Yanitra Irawan mengatakan, pihaknya menurunkan dua tim gegana. “Kami langsung menyisir setiap sudut stasiun dan rangkaian KA, tapi itu sebatas ancaman saja. Setelah dinyatakan aman, KA beroperasi kembali,” jelasnya. (gillang/uri)

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook