Warga Sukabares Protes Galian C

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 04 Juni 2018 - 14:47:57 WIB   |  dibaca: 150 kali
Warga Sukabares Protes Galian C

KELUHKAN GALIAN C : Warga Kampung Gulacie, Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung mendatangani Mapolsek Waringinkurung untuk mempertanyakan dibukanya kembali galian C milik Haryono Obama yang telah ditutup, Sabtu (2/6).

SERANG – Sebanyak 17 warga Kampung Gulacir, Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung mendatangi kantor Mapolsek Waringinkurung, Sabtu (2/6). Kedatangan warga tersebut untuk mempertanyakan dibukanya kembali galian C milik Haryono Obama, di desa mereka yang telah ditutup sekitar dua bulan lalu oleh Polres Serang Kota. Padahal, menurut warga, perusahaan tersebut banyak merugikan warga sekitar.


Ketua RT Kampung Gulacir, Desa Sukabares Johansyah mengatakan, banyak aturan-aturan yang ditabrak oleh perusahaan Haryono Obama, namun tetap dibiarkan untuk beroperasi. “Tujuan kami ke sini (Maposek-red) untuk mempertanyakan kenapa perusahaan Dr Haryono Obama kenapa dibuka kembali, yang telah ditutup oleh Polres Serang Kota beberapa bulan lalu. Padahal,” kata Johansyah.


Ia menjelaskan, setelah penutupan dilakukan, pihaknya telah bermusyawarah di kantor Kecamatan Waringinkurung yang melibatkan pihak perusahaan dan muspika setempat. “Dalam musyawarah itu belum ada hasil yang mengikat, bahwa perusahaan itu akan dibuka. Cuman setelah pertemuan itu sekitar satu minggu kemudian perusahaan dibuka tanpa ada pemberitahuan ke kami, sebagai pihak yang dirugikan,” ujarnya.


Setelah tidak mendapat jawaban yang memuaskan dari pihak Polsek Waringinkurung, pihaknya akan mendatangi Polres Serang Kota untuk mempertanyakan pembukaan kembali perusahaan tersebut. “Kalau tidak ada tindak lanjut dari Polres dalam waktu 1x24 jam, Insya Allah kami akan melakukan aksi, setelah aksi itu kami akan ke pangadilan. Jadi itu usaha menurut pengakuan karyawannya sendiri tidak ada ijinnya,” paparnya.


Johansyah menuturkan, meski lokasi galian C di perbatasan Kampung Rencong dengan Kampung Gulacir, namun daerah paling terdampak yaitu Kampung Gulacir. “Jadi yang merasakan dampak galian C itu warga Kampung Gulacir, kalau hujan yang kena banjir warga Kampung Gulacir, begitu juga kalau panas debunya ke rumah warga Gulacir. Katanya sekarang sudah ada ijin lingkungan, tapi itu kami pertanyakan karena masyarakat tidak pernah mendapatkan sosialisasi sama sekali,” katanya.


Salah sorang anggota Polsek Waringinkurung yang enggan disebutkan namanya mengaku, pihaknya tidak mengetahui kenapa perusahaan Haryono Obama yang pernah ditutup itu dibuka kembali. “Itu kan yang nutup dari Polres, kita juga tidak tahu kenapa itu perusahaan dibuka kembali. Kalau warga menanyakan pembukaan itu wajar, tapi yang menutup dan membuka itu bukan ranah Polsek,” ujarnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook