Motif Dendam, Pelaku Teror Ditangkap

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Senin, 04 Juni 2018 - 14:55:37 WIB   |  dibaca: 819 kali
Motif Dendam, Pelaku Teror Ditangkap

DENDAM : Pelaku teror bom kereta api Merak-Rangkasbitung dimintai keterangan di Mapolres Cilegon, Sabtu (2/6).

CILEGON - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon berhasil membekuk pelaku teror ancaman bom di Kereta Api (KA) Merak-Rangkasbitung. Motif pelaku ternyata dendam kepada kondektur KA.


Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, pelaku terror bom di rangkaian KA 469 pada Jumat (1/6) lalu berhasil ditangkap, Sabtu (2/6) dinihari, oleh jajaran kepolisian dari Satreskrim Polres Cilegon dan Satresmob Polda Banten. Pelaku atas nama Aris Wahyudin (31), adalah warga Kasemen, Kota Serang. “Ia (Aris Wahyudi –red) ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan,” kata Rizki.


Dikatakan Rizki, pelaku teror melakukan aksinya lantaran dendam terhadap kondektur KA. Saat Aris Wahyudin menaiki KA dari Rangkasbitung ke Kebayoran Baru, Jakarta, sempat dimarahi oleh kondektur KA lantaran tidak memiliki tiket. Aris menumpahkan kekesalannya dengan mengancam kondektur yang lain. “Pelaku mendapat nomer kondektur dari papan di kereta yang ada nomer petugas on board-nya, langsung di sms oleh pelaku ke kondektur kereta yang bernama Rasidi,” tutur Rizki.


Rizki menjelaskan, setelah digeledah, dipastikan aksi Aris seorang diri. “Itu pelaku tunggal, hanya iseng saja,” ungkap Kapolres yang pernah menjadi Penyidik Komisi Pemberantaran Korupsi (KPK) ini.


Aris Wahyudin dijerat pelanggaran Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) pasal 27 ayat 4. “Konsekuensi hukum harus diterima karena tindakan Aris Wahyudin ini mengancam membahayakan transportasi publik,” kata Rizki.


Ia menambahkan, menjelang arus mudik Lebaran 2018 ini, pihaknya juga telah menyiapkan pasukan untuk pengamanan arus mudik di tempat-tempat umum seperti terminal, stasiun, dan pelabuhan yang ada di Kota Cilegon.

Pengawasan akan diperketat untuk menjamin keamanan para pemudik yang akan pulang ke kampung halamannya. “Seperti aksi iseng juga dilakukan di pesawat beberapa hari lalu. Aksi seperti itu tidak dibenarkan, dan membahayakan keselamatan transportasi. Ini juga menjadi atensi kami saat arus mudik kali ini,” tambah Rizki.


Senior Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) I Edi Kuswoyo mengapresiasi kinerja jajaran kepolisian yang dalam waktu kurang dari 24 jam berhasil membekuk pelaku teror di atas KA Merak-Rangkasbitung. “Kami serahkan sepenuhnya proses hukum ke kepolisian,” kata Edi saat dihubungi Banten Raya.


Edi mengatakan, dalam arus mudik Lebaran 2018 ini, Daop I yang meliputi Jabodetabek dan Banten, sudah menyiapkan 1.219 personil keamanan. Jumlah tersebut, terdiri dari 955 personil internal dari KAI dan 264 personil bantuan dari TNI dan Polri. “Setiap rangkaian KA juga dijaga oleh dua Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api) yang bekerja mobile di setiap gerbong saat perjalanan. Ini guna memastikan pengguna layanan kereta api aman,” ujarnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook