Data Warga Miskin, Dinsos Monitoring

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Selasa, 05 Juni 2018 - 14:32:02 WIB   |  dibaca: 59 kali
Data Warga Miskin, Dinsos Monitoring

MONITORING : Tim Monitoring Dinsos Kota Tangsel mendatangi warga untuk memastikan data terpadu warga miskin, kemarin.

TANGSEL - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan monitoring atau turun langsung ke rumah warga miskin. Monitoring dilakukan untuk memastikan apakah mereka masuk dalam data terpadu penanganan fakir miskin program dinas sosial atau belum.


Monitoring data tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinsos Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman.Wahyunoto Lukman didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Tangsel, Salbini mendatangi ke rumah Cucu Tarsudin (50), warga RT 03/04, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel.


Cucu Tarsudin merupakan warga kurang mampu atau masuk kategori miskin. Dia tinggal di sebuah rumah diatas tanah milik PT Lucky Garden. Istri cucu menderita katarak kedua matanya, dan memiliki enam orang anak. Satu anak lumpuh, dan tiga anak yang masih duduk di sekolah dasar, serta dua anak yang sudah menikah.


Pria kelahiran Tasikmalaya tersebut merupakan warga miskin yang sudah tercantum dalam Kartu Indonesia Sehat (KIS).Cucu yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan menjelaskan, dirinya tinggal menempati rumah di lahan PT Lucky Garden. “Saya sudah empat tahun numpang tinggal di sini, dan saya bekerja serabutan dengan pendapatan sehari sebesar Rp 100 ribu,” katanya.


Meski hanya Rp 100 ribu per hari, uang yang dia dapat sangat membantu untuk kehidupannya sehari-hari. “Kalau dibilang kurang ya kurang, namun karena kita mensyukuri nikmat yang Tuhan kasih, jadi uang tersebut cukup saja untuk makan dan biaya anak-anak,” ungkapnya.


Melihat kondisi Cucu, Kepala Dinsos Kota Tangsel Wahyunoto Lukman akan memastikan apakah Cucu masuk dalam data terpadu penanganan fakir miskin masyarakat Tangsel atau belum. Jika belum, dirinya akan memasukan data Cucu kedalam data tersebut.


“Kita akan cek dulu, jika belum masuk data terpadu, kita akan masukan ke dalam program bansos untuk penyandang disabilitas dari Pemkot Tangsel yang setahunnya menerima Rp 1 juta, dan akan dimasukan dalam keluarga harapan dari kementerian yang nominalnya sebesar Rp 1.890 ribu,”ungkapnya.


Wahyunoto menjelaskan, keluarga Cucu merupakan salah satu keluarga yang masuk dalam kategori keluarga miskin. Dinsos setiap harinya turun mengecek ke lapangan, apakah masih ada warga yang belum terdata, jika memang layak didata maka akan dimasukan dalam data terpadu tersebut.


Tidak hanya mengecek kondisi rumah dan warga yang kurang mampu, Dinsos pun menyampaikan kepada warga miskin yang sudah menerima kartu penerima manfaat dari kartu tersebut. “Ternyata masih banyak warga yang belum mengerti cara penggunaan kartu tersebut, sehingga kami memberikan pemahaman dan penjelasan kepada warga cara pemanfaatan kartu harapan tersebut,” ungkap Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Kota Tangsel, Salbini.(*/marjuki)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook