Sawah Kekeringan, Petani Ngadu Ke Wabup

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 05 Juni 2018 - 14:35:31 WIB   |  dibaca: 134 kali
Sawah Kekeringan, Petani Ngadu Ke Wabup

KEKERINGAN : Petani dari Kabupaten Serang dan Kota Serang mengadukan sawah mereka yang kekeringan kepada wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Senin (4/6).

SERANG – Tujuh orang petani dari Kabupaten Serang dan Kota Serang mengadukan sawah mereka, yang mengalami kekeringan kepada Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa. Sawah para petani itu mengalami kekeringan, akibat dari adanya proyek normalisasi saluran bendung Pamarayan yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


Lis Suryati, salah seorang petani asal Kecamatan Kasemen, Kota Serang mengaku, sudah dua bulan ini sawahnya mengalami kekeringan akibat dilakukannya buka tutup saluran air dari bendung Pamarayan. “Tujuan kami ke sini (ruang wakil bupati-red) untuk memohon, agar selama bulan Juni-Juli ini tidak dilakukan buka tutup bendung Pamarayan, karena sawah kami mengalami kekeringan,” ujar Lis, Senin (4/6).


Ia menjelaskan, para petani di Kota serang dan Kabupaten Serang saat ini sedang menanam padi, sehingga jika tidak mendapatkan air yang cukup padi mereka bisa kering dan akhirnya tidak tumbuh. “Kami berharap, permohonan kami bisa ditindaklanjuti oleh Pak Wakil, karena sekarang ini sedang tidak musim hujan,” kata perempuan yang mengaku punya sawah satu hektar itu.


Kadiman, petani asal Kecamatan Kramatwatu mengatakan, saat ini para petani mulai mengeluh karena padi yang baru mereka tanam tidak mendapatkan air sama sekali. “Sekarang ini para petani pada kebingungan, karena tidak ada air. Kalau padi kami sudah mulai kuning enggak apa-apa ditutup lagi juga. Sekarang ini memang sebagian besar petani sudah mulai menanam padinya,” tuturnya.


Sementara itu, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kontraktor yang mengerjakan proyek normalisasi, terkait dengan keinginan petani tersebut. “Secepatnya kita akan koordinasi, apakah bisa dipenuhi apa tidak tuntutan petani itu, karena yang pasti pihak kontraktor juga dideadline waktu pengerjaan, kalau dibuka selama dua bulan kira-kira mengganggu tidak,” ujar Wabup.


Ia berharap, tidak ada pihak yang dirugikan dengan adanya proyek normalisasi tersebut, baik itu pihak kontraktor maupun para petani. “Petani juga tanamannya harus diselamatkan, tapi normalisasi juga penting karena, saluran irigasi bendung Pamarayan sudah puluhan tahun tidak dinormalisasi. Yang terampak ada delapan kecamatan, antara lain Kramatwatu, Kasemen, Pontang, Tanara, Tirtasayasa dan Bojonegara,” ungkapnya. (tanjung)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook