Progres Program Fisik Pemprov Meleset

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 05 Juni 2018 - 14:49:46 WIB   |  dibaca: 258 kali
Progres Program Fisik Pemprov Meleset

EVALUASI : Gubernur Banten Wahidin Halim (kanan) didampingi Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy memimpin rapat pimpinan di Aula Kantor Bappeda Banten, Senin (4/6).

SERANG – Serapan anggaran untuk proyek fisik Pemprov Banten hingga Mei telah mencapai 30 persen. Angka tersebut ternyata belum memenuhi target yang dicanangkan untuk bulan yang sama sebesar 40 persen. Hal tersebut ditenggarai terjadi karena sebagian proyek baru selesai lelang dan para pemenang belum menarik uang muka.


Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adpem) Setda Provinsi Banten Mahdani mengatakan, secara berkala pihaknya merekapitulasi realisasi pembangunan di Banten. Untuk Mei ini tercatat realisasi program fisik mencapai 30 persen dan serapan keuangan sebesar 22 persen.

“Target kita, fisik 40 persen, efisiensi 9 persen. Kalau keuangan hampir sama, karena keuangan mengikuti persyaratan (pencairan). Yang penting (program) fisik terkontrol, kalau keuangan kan tergantung pengajuan,” ujarnya kepada wartawan usai menghadiri acara rapat pimpinan di Aula Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (4/6).


Seperti diketahui, APBD Banten tahun anggaran 2018 senilai Rp 11,3 triliun. Alokasi itu terdiri atas belanja tak langsung senilai Rp 6,7 triliun dan belanja langsung senilai Rp 4,6 triliun.Ia menuturkan, persentase serapan yang tak mencapai target terjadi karena sebagian pengadaan barang dan jasa baru selesai lelang. Dengan demikian sebagian pemenang lelang belum menarik uang muka pelaksanaan proyek.

“Sekarang sudah selesai penetapan pemenang, SPK (surat perintah kerja) bagi pemenang sudah. Sekarang mulai ditarik uang mukanya. Tidak ada kendala, kendala yang ada sudah dioptimasi. Paket lelang yang diperkirakan tidak selesai pada November sudah dikurangi volumenya,” katanya.


Disinggung soal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mana saja yang kurang berkontribusi terhadap serapan anggaran, Mahdani enggan merincinya.Namun, dia sedikit membocorkan jika OPD itu salah satunya adalah Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), karena memang memiliki anggaran yang besar.

“Di Dinkes, DPUPR, yang (nilai) lelangnya besar-besar. Kalau uang muka ke tarik, sudah stabil lagi. Kalau kita lihat sudah ada OPD yang melebihi standar, mendekati standar dan ada memang OPD yang belum. Itu karena memang kerjaan di saya (Biro Adpem) dulu, dilelang dulu kemudian ada pemenang baru cair uang muka,” ungkapnya.


Lebih lanjut Mahdani memastikan, pelaksanaan proyek fisik yang menjadi skala prioritas pembangunan sudah berjalan. Dia mencontohkan pembangunan jembatan dan tiga ruas jalan akses menuju Banten Lama sudah digarap.

“Sedangkan untuk Sport center masih menyelesaikan dokumen lelang. Sport center ini mungkin tidak penuh saat ini karena terkait lelang tahun jamak. Harus mulai dari nol, enggak bisa setengahnya dulu,” tuturnya.


Dalam beberapa kesempatan, Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku, dirinya terus memantau terhadap kinerja seluruh OPD di lingkungan Pemprov Banten. Oleh karenannya, dia tak segan untuk menindak tegas OPD yang tidak bisa mengikuti ritmenya.

“Evaluasi, kita lagi ukur kinerja OPD-OPD sekarang, kalau enggak dilaksanakan kita sikat lagi saja. Gubernur tahun 2018 ini melakukan evaluasi kinerja terhadap para pejabatnya. Kalau tidak ada progresivitas, tidak ada kemajuan akan diambil langkah-langkah tegas,” ujarnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook