KBS Incar Rp 1,5 Triliun

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 06 Juni 2018 - 14:06:17 WIB   |  dibaca: 677 kali
KBS Incar Rp 1,5 Triliun

CILEGON - PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) yang berencana go public melalui penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) mengincar dana senilai Rp 1,5 triliun. Anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Krakatau Steel (KS) tersebut saat ini masih memersiapkan persayaratan untuk bisa menjual sahamnya secara bebas.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT KBS Tonno Sapoetro mengatakan, PT KBS yang akan masuk dalam IPO diklaim dapat mendapat dana segar Rp 1,5 triliun dari penawaran sahamnya.

Bahkan, Ia mempercayai nilai tersebut bisa bertambah seiring dengan pengembangan usaha yang terus berjalan. "Saat ini, kami akan mengakuisisi dua anak perusahaan PT KS yaitu PT Wahana Sentana Baja dan PT Multi Sentana Baja, ini menjadi salah satu prospektus dalam IPO. Tentu, akan menguatnkan nilai saham KBS," kata Tonno kepada Banten Raya, Selasa (5/6).


Dijelaskan Tonno, rencana IPO PT KBS tersebut sudah disetujui oleh pemilik saham. Saat ini, progresnya dalam tahap tender Event Organizer (EO), dan yang lainnya. Perusahaan yang bergerak di bidan kepelabuhanan ini, juga masih bterus menambah jumlah dermaga. Agar, nilai tawar dalam IPO semakin tinggi. "Juni ini tender item penunjang kami harap selesai. Dan nanti November sudah bisa go public," jelasnya.


Tonno menambahkan, pihaknya juga terus melakukan pengembangan usaha selain jasa kepelabuhanan di Pelabuhan Cigading Kota Cilegon. Jasa pandu dan tunda kapal yang dimiliki PT KBS saat ini dilakukan juga di Karang Jati, Semarang, dan Marunda, Jakarta Utara.

Sementara, di Banten sendiri jasa pandu dan tunda KBS sepenuhnya untuk dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM). "Ini juga bentuk sumbangsih KBS kepada pemerintah daerah," tambahnya.


Tonno menuturkan, dengan semakin banyak hadirnya pelabuhan di Indonesia maupun di Banten, Ia mengaku tidak ada permasalahan dalam pasar kepelabuhanan. Bahkan, setiap pelabuhan justru untuk bersaing dalam meningkatkan pelayanan.

Dengan semakin banyaknya pelabuhan, Ia juga mengklaim biaya jasa kepelabuhanan akan semakin murah dan mendorong peningkatan ekonomi dan distribusi barang. "Seperti saat ini, kai terus memperbaiki pelayanan, salah satunya dengan online," tuturnya.


Sementara itu,Direktur Pengembangan Bisnis PT KBS David Rahardian mengatakan, sata ini untuk IPO masih dalam tahap persiapan. Rencenanya, memang tahun ini akan ada IPO. "Masih pengkajian agar lebih matang oleh pemegang saham," katanya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook