Daging Beku Dijual Dibawah Harga Eceran

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 06 Juni 2018 - 15:10:32 WIB   |  dibaca: 69 kali
Daging Beku Dijual Dibawah Harga Eceran

MEMANTAU : Gubernur Banten Wahidin Halim memantau stand pasar murah di halaman Masjid Raya Albantani, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (5/6).

SERANG - Pemprov Banten akan menggelontorkan stok daging merah beku dalam jumlah besar menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kenaikan harga yang tinggi untuk komoditas daging merah segar di pasaran.


Selain itu, harga daging merah beku juga dijual dibawah harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 70 ribu per kilogram (kg).Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Babar Soeharso mengatakan, pihaknya secara masif sudah mulai memperkenalkan daging beku kepada masyarakat sejak tahun kemarin. Meski awalnya kurang diminati, namun saat ini sudah mulai diterima.


“Masyarakat sudah mulai mengenal daging beku. Gelontoran daging beku sejak tahun lalu itu kurang diminati, tapi sekarang mulai diterima. Terutama untuk industri olahan makanan seperti warung nasi padang dan bakso,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela acara pasar murah di halaman Masjid Raya Albantani, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (5/6).


Ia menuturkan, dengan minat masyarakat akan daging beku yang meningkat, maka pihaknya akan terus menggolontorkan komoditas tersebut, terlebih jelang lebaran. Sehingga pada akhirnya mampu menekan harga daging merah segar yang harganya biasa meroket di periode yang sama.


“Harga untuk daging sapi beku bisa Rp 70.000 per kilogram (kg), meski HET (harga eceran tertinggi) Rp 80.000 per kilogram. Daging kerbau beku Rp 75.000 per kilogram. Kalau daging merah segar saat ini Rp 120.000 per kilogram. Dengan daging beku diharapkan harga daging merah segar bisa normal,” katanya.


Babar menjamin, kebijakan gelontoran daging beku akan terus konsisten karena stok komoditas tersebut sangat melimpah. Dia juga mengimbau agar rumah tangga bisa mencoba daging beku seperti yang dilakukan industri olahan makanan sebelumnya.


“Stok memang melimpah. Jauh-jauh hari sudah kita siapkan. Kualitas daging beku juga sudah disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Misalnya untuk olahan rendang dan bakso. Kerberlangsungan produk ada, jadi bisa diandalkan,” ungkapnya.


Lebih lanjut dikatakan Babar, untuk meningkatkan minat masyarakat, daging beku pun disertakan dalam kegiatan pasar murah. Untuk kegiatan tersebut pihaknya telah menyiapkan seberat 4,5 ton daging beku.


“Kalau tahun lalu satu titik, tahun ini kita juga bergabung Disperindag kabupaten/kota di 8 titik. Itu untuk memperbanyak frekuensi pasar murah dalam rangka paling tidak mengintervensi harga. Di pasar murah kami sediakan paket kebutuhan pokok dengan rentang harga Rp 50.000 hingga Rp 75.000 per paket,” tuturnya.


Gubernur Banten Wahidin Halim mengajak, masyarakat untuk mulai mengembangkan komoditas cabai di rumah tangganya masing-masing. Dengan demikian, mereka bisa memenuhi kebutuhannya dan tidak kebingungan dengan kenaikan harga di pasaran.

“Mulai mengembangkan cabai di rumah tangga masing-masing, menanaman cabai. Kalau yang lain, daging, memang tidak punya peternakan. Mekanisme pasar selama ini masih terkontrol, kami pantau terus harga di lapangan,” ujarnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook