Harga Beras Diklaim Turun

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 07 Juni 2018 - 13:53:21 WIB   |  dibaca: 61 kali
Harga Beras Diklaim Turun

PERIKSA BERAS : Tim Satgas Pangan Provinsi Banten memeriksa kondisi beras di gudang Bulog Divre Tangerang, Rabu (6/6).

SERANG- Pemprov Banten mengklaim harga beras di pasaran, khususnya di wilayah Tangerang, mulai turun. Hal itu terjadi karena petugas yang tergabung dalam Tim Satgas Pangan Polda Banten intensif melakukan pemantauan langsung ke lapangan.


“Harga beras premium dari sekitar Rp 13.500 per kilogram (kg) menjadi paling mahal sekitar Rp 12.500 per kilo. Demikian juga harga beras medium dari sekitar Rp 10.000 per kilo menjadi sekitar Rp 9.400 per kilo,” ujar Kepala Seksi Persedian Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Eli, Rabu (6/6).


Eli menjelaskan, dalam rangka menjaga ketahanan pangan di Banten pada hari besar keagamaan, tim Satgas Pangan Provinsi Banten melakukan pemantauan ketersediaan pangan. Itu dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga yang rentan terjadi di periode tersebut.
 

“Tim satgas pangan terdiri dari berbagai unsur terkait. Antara lain dinas ketahanan pangan Banten, dinas ketahanan pangan kabupaten/kota se-Banten, Polda Banten, serta dinas perindustrian dan perdagangan Banten,” katanya.


Anggota tim Satgas Pangan dari unsur Polda Banten AKBP Atot Irawan menjelaskan, untuk agenda kemarin, tim melakukan pemantauan ke Bulog Divre Tangerang, yang berlokasi di Cikande, Kabupaten Serang.

“Bulog Divre Tangerang memiliki tiga gudang pangan. Ketersedian beras di gudang I sekitar 17.000 ton, di gudang II sekitar 23.000 ton, dan di gudang III tersedia beras sebanyak 20.500 ton,” ungkap Atot yang kini menjabat sebagai Kepala Subdit Industri dan Perdagangan Kriminal Khusus Polda Banten.


Untuk bahan pangan lainnya seperti daging, kata dia, tidak ditemukan adanya penyimpangan baik ketersediaan, distrubusi, maupun harganya. “Semua masih normal,” tuturnya.


Kepala Gudang II Bulog Divre Tangerang Heru Sadyanto mengatakan, pihaknya menyediakan cadangan penyangga nasional. Selain itu, cadangan juga disiapkan untuk kebutuhan operasi pasar guna menjaga kestabilan pasokan dan harga di pasaran.

“Sampai saat ini, kebutuhan beras secara nasional masih normal,” ujarnya.


Perwakilan Manajemen PT Karya Anugerah Rumpin sebagai diatributor daging untuk wilayah Jabodetabek, William mengaku tidak ada kesulitan dalam mendapatkan pasokan dan distribusi daging, sehingga harganya tidak mengalami kenaikan.
 
William mengakui pada bulan puasa ini mengalami kenaikan permintaan daging. Pada awal puasa, pihaknya memotong sapi sebanyak 50 ekor per hari. Namun, belakangan naik menjadi sekitar 60 ekor per hari. Menurutnya, permintaan puncak terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran.

Dia menjamin pada Lebaran tahun ini tidak akan terjadi kekurangan pasokan. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak pemasok untuk persiapan lebaran. “Tidak akan terjadi kekosongan,” tegasnya. (*/dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook