JLS Cuma Buat Mobil Kecil

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 07 Juni 2018 - 13:55:57 WIB   |  dibaca: 123 kali
JLS Cuma Buat Mobil Kecil

CUMA BISA MOBIL KECIL : Jalan Lingkar Selatan Kota Cilegon yang putus sementara baru dipadatkan dengan tanah dan kerikil untuk digunakan sebagai jalur fungsional mudik lebaran, Rabu (6/6).

CILEGON - Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon yang putus di kilometer 8, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, kini sudah bisa dilalui. Namun, bus dan truk tetap dilarang lewat.

Pantauan Banten Raya, Rabu (6/6), bagian JLS yang putus sudah tersambung, diuruk dengan menggunakan batu-batu kasar. Satu unit alat berat dan beberapa pekerja masih tampak melakukan perbaikan.

Sejumlah kendaraan kecil seperti sepeda motor dan minibus sudah mulai melewati ruas yang ambrol 25 April lalu itu. Satu kilometer sebelum titik perbaikan, dipasang portal setinggi 2,5 meter. Kendaraan yang melintas tidak boleh memiliki beban lebih dari 8 ton.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi, Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten Johnny Siagian, serta sejumlah pejabat dari instansi lainnya kemarin meninjau progres perbaikan JLS.

Sayangnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon Nana Sulaksana tidak tampak dalam rombongan.“Hanya sepeda motor dan minibus saja. Kalau truk besar-besar sama bus besar belum bisa lewat, kami pasang portal,” kata Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi.

Menurut Edi, saat ini progres perbaikan sudah 98 persen. “Kami minta dishub (dinas perhubungan) untuk memasang plang batasan tonase yang bisa melalui JLS, itu dipasang dari pintu Tol Cilegon Timur dan di PCI (Simpang Empat Pondok Cilegon Indah), agar truk tetap lewat Jalan Raya Anyer atau Jalan Industri KS (Krakatau Steel) dulu,” pintanya.

Edi juga meminta kepada Dishub Kota Cilegon memasang rambu penerangan saat malam hari, serta menempatkan petugas untuk mengatur lalu lintas di titik sambungan JLS yang masih berupa tanah dan kerikil. “Pokoknya saat ini sudah bisa dilalui dan Lebaran juga bisa dilalui oleh wisatawan yang pakai mobil pribadi. Progres perbaikannya juga tepat waktu,” kata Edi.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUTR Kota Cilegon Hilmi Firdaus mengatakan, perbaikan JLS sudah menghabiskan dana Rp1,5 miliar, dan itu pun hanya untuk pembuatan gorong-gorong dan pengurukan tanah. "Untuk TPT dan betonisasi badan jalan nanti dana dari industri,” kata Hilmi.

Hilmi menjelaskan, akhir pekan ini, perbaikan akan dihentikan. Kelanjutan perbaikan dan betonisasi jalan dilakukan setelah lebaran. “Kami dari DPUTR hanya koordinasi seperti konsultan teknis saja sifatnya, anggaran semua kita serahkan ke industri, begitu juga untuk pengelolaanya. Mulai pengerjaanyapun, akan dikoordinasikan dengan kepolisian lalu lintas, kemungkinan setelah arus wisata berkurang, bisa dilanjutkan kembali untuk perbaikan,” terangnya.

Koordinator Bantuan Industri untuk JLS Malim Hander Joni mengatakan, beberapa perusahaan sudah bersedian menyumbangkan bantuan untuk perbaikan JLS. Sekitar Rp 500 juta hampir terkumpul.
Sementara, untuk grup perusahaan PT Krakatau Steel (KS), kemungkinan akan membantu material seperti besi dan beton. “Total kita butuh dana sekitar Rp 2,5 miliar, sudah sekitar Rp 500 juta perusahaan yang konfirmasi ke kita, tapi ada perusahaan yang mau menyumbang material juga diterima,” tuturnya.

Ia menambahkan, sekitar 50 perusahaan di Ciwandan, sudah mendapat surat untuk permintaan bantuan perbaikan JLS tersebut. “Kami juga menunggu beberapa asosiasi seperti Aptrindo (Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia) Banten yang juga mau menyumbang, kami cukup apresiasi juga,” tuturnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook