Belajar Otodidak, Belum Ada Harganya

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 08 Juni 2018 - 12:36:52 WIB   |  dibaca: 418 kali
Belajar Otodidak, Belum Ada Harganya

UNGGUL : Peserta lomba cipta inovasi TTG kategori umum dari kecamatan Baros menjelaskan teknologi pembuatan ekstaksi buah naga, Kamis (7/6).

SERANG - Dengan cara belajar otodidak, para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Kabupaten Serang mampu menciptakan teknologi yang canggih. Teknologi yang mereka buat siap untuk dilombakan sampai tingkat nasional

Lomba cipta inovasi teknologi tepat guna (TTG) tingkat Kabupaten Serang yang diselenggarakan di sentra bisnis Iwak Banten, Jalan Jenderal Sudirman, Ciceri, Kota Serang selesai digelar. Kegiatan yang diikuti 25 kelompok peserta tersebut telah ditetapkan pemenangnya. Untuk kategori pelajar, juara pertama dimenangkan Sofi dan Samsul, siswa asal SMK Bismillah, Padarincang, dengan produk inovasinya yaitu tongkat tunanetra online.


Kemudian, untuk kategori mahasiswa atau Balai Latihan Kerja (BLK) juara pertama dimenangkan Ofani Rizqi Andua dari BBPLK Serang dengan teknologi inovasinya yaitu pembangkit listrik tenaga surya dengan mengikuti arah matahari. Sedangkan untuk kategori umum dimenangkan Gunawan dan Sayuti dari Posyantek Cikeusal dengan teknologi inovasinya yaitu pemusnah padat rumah tangga menggunakan bahan bakar biomassa.


Namun dari jumlah produk teknologi yang ditetapkan menjadi pemenang, terdapat empat tekonologi inovasi yang menjadi unggulan pada lomba cipta inovasi TTG tahun 2018 ini. Keempat TTG tersebut yaitu mesin pembuatan ekstraktor buah naga dari Kecamatan Baros, tongkat tunanetra online, mesin tenaga surya yang mengikuti arah matahari, dan alat pembuat ekstraksi minyak kemiri.


“Jadi TTG unggulan tahun ini ada empat. Masing-masing memiliki kelebihan, seperti tongkat tunanetra online yang bisa mendeteksi. Jadi kalau pemakai tongkat mau melewati jalan berlubang atau tebing dengan sendirinya tongkat berbunyi,” ujar Epon Anih Ratnasih, Kabid Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Senin (7/6).


Tidak hanya itu, tongkat tunanetra online itu juga terkoneksi dengan handphone, sehingga keluarga pihak keluarga dapat mendeteksi keberadaan saudaranya yang memakai tongkat tersebut. “Kemudian untuk mesin pembuat ekstrak buah naga juga bagus, karena hasil dari ekstrak buahnya juga lebih halus, cuman perlu penyempurnaan lagi saja. Terus untuk mesin pembuat ekstrak minyak kemiri juga cukup bagus dan bisa menjadi teknologi terapan,” tuturnya.


Produk-produk inovasi teknologi tersebut diharapkan dapat dikembangkan, sehingga bisa dimanfaatkanoleh masyarakat Kabupaten Serang, terutama pelaku usaha mikro yang memerlukan alat tersebut. “Untuk harga satuannya belum diketahui, karena memang mereka yang membuat juga belum menentukan berapa-berapanya, karena katanya perlu penyempurnaan-pernyempurnaan lagi,” ungkapnya. (TANJUNG)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook