Ratusan Remaja di Kota Serang Jadi Gay

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 08 Juni 2018 - 12:55:55 WIB   |  dibaca: 1015 kali
Ratusan Remaja di Kota Serang Jadi Gay

BANYAK MASALAH : Suasana ekspose hasil Verifikasi Lapangan Evaluasi Kota Layak Anak 2018 di Puspemkot Serang, Kamis (7/6).

SERANG - Tim Evaluasi Kota Layak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI menemukan ada remaja dengan perilaku seksual menyimpang atau lelaki suka lelaki. Tercatat selama tahun 2017 ada 15 anak positif HIV dari kelompok remaja dengan perilaku seksual menyimpang. Sementara tahun 2018 sampai dengan April tercatat ada 5 anak positif HIV.


“Mereka memiliki komunitas yang anggotanya ratusan remaja,” kata Taufieq U Waidha, tim evaluasi KLA kementerian PPPA RI, saat ekspose hasil Verifikasi Lapangan Evaluasi Kota Layak Anak 2018 di Puspemkot Serang, Kamis (7/6).


Taufieq mengatakan itu hanya satu dari banyak temuan yang didapatkan di lapangan. Temuan lain adalah adanya jalan raya yang tidak memiliki zona selamat sekolah, misalkan di SDN 2 Kota Serang. Ada juga puskesmas yang tidak memiliki tempat bermain anak seperti Puskesmas Singandaru.

Cakupan akte kelahiran anak di bawah rata-rata nasional atau hanya 67 persen. Sementara rata-rata cakupan akte kelahiran nasional tahun 2017 adalah 81,5 persen. Juga belum ada Perda tentang Perpustakaan atau informasi layak anak.


Tim juga menemukan angka kekerasan terhadap anak di Kota Serang sangat tinggi. Perbandingan dengan kekerasan terhadap perempuan adalah 70:30 atau 70 persen anak dan 30 persen perempuan. Kekerasan terhadap anak paling banyak pencabulan.

Per tahun rata-rata 30 kasus. Hasil verifikasi lapangan ini maka semua temuan akan dimasukkan ke dalam sistem penilaian yang terkomputerisasi. Hasilnya akan dijadikan pijakan apakah Kota Serang akan layak menjadi daerah yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian PPPA atau tidak.“Kalau nilainya di bawah maka bisa jadi tidak dapat menerima penghargaan,” katanya.


Meski demikian ia mengatakan masih ada waktu selama dua hari ke depan bagi Pemkot Serang untuk melakukan klarifikasi atas temuan yang didapatkan di lapangan bahkan bisa melakukan perbaikan bila ada yang kurang. Klarifikasi dan perbaikan ini pada akhirnya akan mampu meningkatkan penilaian terhadap Kota Serang berkaitan dengan aspek-aspek yang menunjang Kota Layak Anak.


Walikota Serang Tb Haerul Jaman mengatakan bahwa salah satu program Pemkot Serang ke depan bisa lebih memberikan ruang bagi anak-anak dengan memberikan sarana prasarana dan penunjang yang dibtuhkan anak di Kota Serang. dengan demikian maka sumber daya manusia di Kota Serang bisa terjaga. Untuk melakukan itu banyak hal yang perlu dilakukan.
“Karena itu saya meminta OPD menindaklanjuti temuan Kementerian PPPA,” katanya.


Jaman tidak menampik masih ada anak-anak yang mengalami kekerasan pelecehan dan lainnya. Sementara kondisi APBD Kota Serang juga terbatas. Karena itu ia berharap anggaran dari Pemkot Serang bisa disinergikan dengan Pemprov Banten dan pemerintah pusat.“Kita sudah berupaya tetapi perlu terus ditingkatkan,” katanya.


Terkait adanya anak emaja yang memiliki kecenderungan seksual menyimpang ia mengatakan bahwa hal semacam itu susah dicegah karena selain karena ada yang bawaan lahir, juga ada yang terpengaruh lingkungan, karena jadi korban, dan lainnya. Yang harus dilakukan adalah memberikan sosialisasi dan pemahaman. “Yang terpenting agamanya. Kalau agamanya kuat saya rasa bisa terhindar,” katanya.


Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas PPPA Provinsi Banten Erminiwati mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti temuan-temuan yang didapatkan oleh Kementerian PPPA, khususnya yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.

Ia mencontohkan jalan-jalan utama provinsi yang berdekatan dengan sekolah dan belum memiliki zona selamat sekolah akan dibuatkan zona selamat sekolahnya. Selain itu Pemerintah Provinsi Banten juga akan menghibahkan 2 bus sekolah, salah satunya dengan trayek Kragilan-Serang, dan akan membangun 7 halte dekat sekolah.


Anggota DPR RI Ei Nurul Khotimah yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan bahwa ia akan mendorong kementerian memperhatikan korban kekerasan seksual, nafza, dan korban teroris, khususnya remaja dan anak. Karena itu diperlukan peningkatan anggaran bagi program yang ada di bawah Kementerian PPPA.

Terkait temuan yang didapatkan Kementerian PPPA ia meminta agar organisasi perangkat daerag di Kota Serang menindaklanjutinya. “Kita harapkan ini bisa sounding dengan program di pemerintah pusat,” katanya. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook