19,5 Juta Orang Mulai Mudik

nurul roudhoh   |   Nasional  |   Jumat, 08 Juni 2018 - 13:05:24 WIB   |  dibaca: 468 kali
19,5 Juta Orang Mulai Mudik

JAKARTA – Kementerian Perhubungan memprediksi jika hari ini masyarakat mulai mudik. Hal itu dikarenakan mulai besok sebagian sudah memasuki cuti bersama dan libur lebaran. Kemenhub juga memprediksi jika hari ini dan besok merupakan puncak arus mudik pertama, terutama yang menggunakan jalur darat.

Kementerian Perhubungan memprediksi terdapat dua kali puncak arus mudik yaitu 8-9 Juni dan 12-13 Juni. Jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 19,50 juta orang atau mengalami kenaikan sebesar 5,17% dari tahun lalu yang berjumlah 18,60 juta orang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat membuka Posko Angkutan Lebaran 2018 kemarin (7/6) menjelaskan jika pihaknya memperhatikan dua titik tol, yakni Tol Merak dan Tol Cikampek-Cipali. ”Di titik-titik tersebut terdapat jumlah kendaraan besar,” kata Budi.

Dari pantauan CCTV di Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2018 kemarin siang, terlihat kepadatan kendaraan menjelang simpang susun Cikunir. Kepadatan tersebut dikarenakan kendaraan barang yang masih beroperasi. Kecepatan kendaraan di ruas jalan tersebut berkisar 32 km/jam.

Namun, ketika kendaraan masuk ke ruas Tol Cipali, kecepatan kendaraan bisa mencapai 80 km/jam. “Nanti ketika angkutan barang tidak beroperasi, itu bisa semakin mengurangi kepadatan,” kata Ketua Posko Harian Angkutan Lebaran Terpadu 2018 Cucu Mulyana.

Sedangkan di sisi perhubungan laut, Kemenhub juga memperhatikan Pelabuhan Kalianget di Madura, Jawa Timur. Menurut data yang dimiliki Kemenhub, di pelabuhan tersebut selalu terdapat penumpang yang liar.

“Saya minta kepada syahbandar agar ketap melakukan pengawasan jumlah penumpang dan tiap penumpang harus menggunakan life jacket,” tuturnya. Budi menyatakan jika pihaknya telah menyiapkan kapal-kapal milik Kementerian Perhubungan untuk melakukan pengawalan apabila ada penumpang berlebih.

Sedangkan di sektor perhubungan udara, Kemenhub telah menyiapkan beberapa bandara untuk beroprasi hingga pukul 24.00. Hal itu dilakukan karena ada tambahan slot penerbangan sejumlah 3.500 slot dari Jakarta.

Sementara itu kemarin Komisi V DPR RI memantau kesiapan arus mudik di Pelabuhan Merak. Beberapa hal yang menjadi bahan evaluasi, yakni waktu bongkar muat kapal yang minta dipercepat dari 60 menit menjadi 45 menit.


Wakil Ketua Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomomengatakan, secara prinsip Pelabuhan Merak telah siap menghadapi arus mudik 2018. Namun, ada saja yang menjadi perhatiannya yaitu terkait dengan waktu bongkar muat kapal yang dinilai masih terlalu lama. “Saat ini waktu bongkar muat masih satu jam, kami minta saat arus mudik bisa jadi 45 menit. Agar, antrean kendaraan tidak terlalu panjang,” kata Sigit.


Sigit mengatakan, dalam percepatan proses bongkar muat kapal, Ia meminta kepada petugas yang mengatur alur bongkar muat kapal lebih sigap dan terampil dalam mengatur proses bongkar muat kapal. Pasalnya, secara infrastruktur Pelabuhan Merak memang diakuinya sudah siap menghadapi mudik. “Sudah ada enam pasang dermaga, jumlah kapal yang mencapai 63 yang siap layar juga sudah lebih dari cukup, hanya saja proses pelayanan yang perlu dipercepat lagi,” pintanya.
Sementara itu, untuk moda kereta api, Menhub menyatakan terdapat ancaman tanah longsor di beberapa titik rel kereta api. Budi meminta PT KAI untuk melakukan langkah-langkah antisipatif. Salah satu antisipasi yang dilakukan adalah dengan menyiagakan personil untuk gerak cepat ketika terjadi bencana.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Analisa Data dan Pengembangan Sistem Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Nazib Faishal mengungkapkan bahwa prasarana yang dibangun oleh PUPR telah disap digunakan untuk mudik. PUPR sementara ini hanya memantau kondisi infrastruktur.

Untuk itu, ada layanan call center khusus yang dikelola PUPR untuk menampung laporan dari masyarakat.  Selain itu, PUPR sendiri memiliki aplikasi pelaporan keluhan sarana bernama Jalan Kita (Jaki). Lewat aplikasi tersebut, pemudik bisa melaporkan jalan rusak maupun berlubang.  Caranya, pemudik bisa memotret kondisi  jalan, kemudian mengunggahnya ke server PUPR.  

Nazib menyatakan bahwa Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjamin secara umum kesiapan jalur mudik tahun 2018 di seluruh Indonesia lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. 90 persen jalan nasional dalam kondisi siap dilalui. Meliputi Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Sementara untuk jalan tol, lebih dari 500 kilometer sudah operasional dan siap dilalui. Sementara sisanya 275 kilometer sudah dapat dilalui meskipun masih fungsional. Semua permukaan sudah perkerasan permanen tidak ada lagi yang tanah.

Hanya saja, kata Nazib kondisinya tidak seindah tol yang fungsional. masih ada banyak bekas galian dan pohon-pohonnya belum tinggi. “Tapi kalau seperti rambu-rambu semuanya sudah terpasang,” katanya.

Selain itu, Nazib mengingatkan pemudik untuk hati-hati melintasi titik kritis jembatan Kali Kuto di Grinsing, Batang, Jawa Tengah. Sesuai skenario awal, PUPR membuat exit grinsing untuk jalur keluar kendaraan yang kemudian diarahkan untuk melewati jembatan Kali Kuto di jalur pantura kemudian setelah itu masuk ke jalan tol kembali.

Nazib mengatakan tentu banyak pemudik yang melewati jalan nasional pantura. Sehingga kemacetan juga tidak akan bisa dihindari. “Kalau macet pasti. Tapi jangan sampai kacau. Jadi harus ramai lancar,” katanya.    

Sementara untuk Jawa Timur sendiri, Nazib menyatakan akses jalan nasional lintas tengah yang melewati Surabaya, Malang, Blitar dalam kondisi baik dan siap dilalui. Hanya saja, beberapa ruas jalan nasional terutama di daerah timur seperti Probolinggo, Situbondo dan Banyuwangi masih belum nyaman dilalui. “Banyak tambalan-tambalan lubang yang tidak rata, jadi agak sedikit terasa bergelombang,” katanya.

Namun menurut Nazib kerusakan ini tidak panjang. Hanya ada di beberapa ruas seperti di seputar Taman Nasional Baluran di jalan menuju Banyuwangi.  

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga ketua umum Palang Merah Indonesia mengungkapkan sekitar 250 ribu ambulans PMI disiapkan pada musim mudik dan balik Lebaran tahun ini. PMI juga menyiapkan relawan dokter, perawat, dan remaja. Mereka akan bergabung dengan relawan dari Kementerian Perhubungan dan Dewan Masjid Indonesia.

”Agar apa yang dihadapi oleh para masyarakat yang melakukan mudik dalam waktu yang terbatas ini, itu dapat mendapat suatu pelayanan baik pelayanan lalu lintas, pelayanana kesehatan, pelayanan makanan, pelayanan istirahat, dan juga petunjuk-petunjuk yang baik,” ujar JK yang memimpin Apel  Siaga dan Pelepasan  Relawan  (PMI) di Stasiun Gambir.

Sebelum memimpin apel siaga itu, JK bersama Menteri Perhubungan meninjau kesiapan arus mudik di stasiun tersebut. Dia bersama Budi masuk ke Kereta Api Argo Dwi Pangga yang akan menuju ke Surabaya.

”Tentu diharapkan mengatur waktu jangan terlalu lambat perginya. Karena itu kenapa liburan dimulai awal agar mengurangi aspek kemacetan dan juga kecelakaan,” saran JK untuk para pemudik.

Kepada para relawan JK menekankan bahwa mudik itu adalah hal yang menyenangkan karena hendak bertemu dengan sanak keluarga. Maka para relawan itu punya tugas mulia untuk membantu para pemudik mendapatkan kebahagiaannya.

 ”Membahagiakan masyarakat, menghindari kesulitan-kesulitan yang mungkin akan timbul. Kita mempunyai pengalaman 2-3 tahun yang lalu bagaimana sulitnya menembus menuju rumah masing-masing,” imbuh JK.

Saat ditanya kesiapan pemerintah, Wapres mengatakan semua fasilitas telah disiapkan untuk menyambut masyarakat yang akan mudik, seperti Menteri perhubungan selalu keliling untuk melihat langsung fasilitas yang ia siapkan. Demikian juga kepolisian dan pemerintah daerah. “Saya kira sudah siap semua. Ini kan hal yang tiap tahun kita alami,” ucapnya.

Sementara Kasubdit Pengawalan dan Patroli Jalan Raya Korlantas Kombesol Bambang Sentot Widodo menuturkan, memang terdapat pergeseran prediksi arus puncak dari yang awalnya Senin (11/6) dan Selasa (12/6) menjadi Jumat (8/6) atau Sabtu (9/6). Pergeseran itu telah diantisipasi sejak awal. ”Berbagai cara dilakukan, untuk petugas mulai Kamis (7/6) malah sudah berada di posko,” terangnya.

Kemungkinan pemudik akan mulai perjalanannya habis berbuka atau sahur. Ada anggapan bahwa kalau berangkatnya subuh itu mulai sepi. Naun, justru berdasar pengalaman tahun lalu malah kondisinya padat merayap. ”Ini sudah kami antisipasi,” paparnya.

Selain di jalan tol, titik kemacetan kemungkinan besar juga terjadi di perkotaan, seperti Pekalongan, Brebes dan Semarang. Kondisi itu terjadi karena memang di perkotaan terjadi penyempitan jalan. ”Ini untuk yang tidak melewati jalan tol ya,” ujarnya.

Untuk di jalan tol, menurutnya memang ada kebijakan untuk penggeratisan bila terjadi kemacetan. Yang menjadi titik indikator kemacetan adalah Gerbang Tol Cikarang Utama. Dia menjelaskan, petugas akan menggeratiskan bila kemacetan telah mencaai Tomang atau lebih dari 10 km. ”Namun untuk di jalan tol, kami tidk terlalu khawatir,” ungkapnya.

Hal itu dikarenakan adanya kebijakan memakai kartu e-tol. Menurutnya, antrian masuk tol menjadi lebih cepat. ”Ini masih prediksi ya, karena tahun sebelumnya bayar pakai uang tunai. Lama harus pakai kembalian dan sebagainya,” ujarnya.

Apalagi, rencananya akan ada jemput bola e-tol, dia menjelaskan petugas akan membawa mesin portable untuk e-tol. ”Jadi lebih cepat untuk membayar jalan tol,” paparnya dalam diskusi di Divhumas Mabes Polri.

Apakah ada jaminan e-tol akan mengurai kemacetan masuk tol? Dia menuturkan bahwa sebenarnya arus mudik 2018 ini menjadi ujian untuk penerapan e-tol. ”Kita akan lihat bagaimana dampaknya pada arus mudik ini,” terangnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melansir sejumlah peringatan jelang masa mudik Lebaran 2018. Diantaranya adalah akses jalan yang tertutup debu di jalan tol fungsional. Tahun lalu di sejumlah ruas tol fungsional, pemudik harus hati-hati karena jarak pandang terhalang debu.

Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko menjelaskan tahun ini juga ada indikasi debu di sejumlah ruas tol. "Terutama tol yang bersifat fungsional. Perlu diwaspadai terkait jarak pandang akibat debu," katanya saat dihubungi kemarin (7/6).

Hary menjelaskan potensi "kabut" debu semakin besar ketika cuaca panas, jalan berdebu, serta hembusan angin yang agak kencang. BMKG juga mengingatkan di ruas jalan tol fungsional, tidak hanya ada ancaman debu. Tetapi ketika turun hujan, pengendara dihimbau waspada kondisi jalan yang licin.

Sebagai panduan pemudik, khususnya yang menggunakan kendaraan pribadi, BMKG telah mengeluarkan prakiraan cuaca di jalur mudik. Seperti jalur mudik di Jawa mulai dari Merak, Jakarta, sampai Surabaya hingga Banyuwangi. Informasi prakiraan cuaca tersebut bisa diakses di http://web.meteo.bmkg.go.id/id/posko dan di-update setiap tiga jam sekali.

"BMKG berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan informasi prakiraan cuaca itu. Supaya menjadikan mudik yang nyaman dan aman," katanya. Dia menjelaskan informasi prakiraan cuaca itu bisa mendukung keselamatan para pemudik sampai di kampung halaman.

Mudik Ramah Anak

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berharap jika dalam mudik tetap memperhatikan hak anak. Ketua KPAI Susanto kemarin mengatakan jika mudik harus ramah anak. ”KPAI meminta pemerintah, aparat dan penyedia transportasi mudik lebaran untuk memberikan jaminan keselamatan dan layanan yang handal,” tutur Susanto saat ditemui di kantornya. Bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, dan rest area menurutnya perlu meningkatkan jaminan keamananan, agar segala bentuk potensi yang membahayakan anak saat mudik lebaran bisa dicegah.

Posko mudik pun diharapkan memiliki aspek ramah anak. Fasilitas pendukung harus memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan bagi anak. Misalnya saja menyediakan layanan kesehatan, air bersih, makanan, dan minuman yang aman. ”Disediakan juga area bermain anak sementara, serta informasi-informasi positif untuk anak,” ujarnya.

Sementara orang tua juga harus menjaga dan memastikan keselamatan anak dari segala potensi bahaya. ”Siapkan obat-obatan atau vitamin yang diperlukan. Obat-obatan seperti minyak angin, flu, gatal-gatal adalah beberapa obat yang dibutuhkan sepanjang perjalanan,” tuturnya.

Susanto juga melarang orang tua yang mudik menggunakan sepeda motor. Apalagi untuk perjalanan yang jauh. Menurutnya hal tersebut rentan membahayakan anak. ”Jika anak ikut dalam mudik dengan menggunakan angkutan umum, upayakan agar anak tidak ikut berdesak-desakan. Perhatikan juga sirkulasi udara dalam bis, kenyamanan tempat duduk dan minta supir untuk tidak ugal-ugalan sepanjang perjalanan,” ungkap Susanto.

Jasra putra, Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, mengatakan jika anak bukan parsel lebaran. Untuk itu orang tua tidak boleh egois. ”Orang tua harus komunikasi dengan anak.

Diberikan pengertian kenapa harus mudik, apa yang boleh dilakukan dan tidak. Bikin kesepakatan dengan anak,” tuturnya. Hal ini untuk menghindari agar anak tidak merasa tertekan saat mudik. Menurutnya, mudik merupakan hal yang menyenangkan. Sehingga harus dilakukan dengan senang. (jpg/gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook