Harga Sembako Tinggi

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 21 Juni 2018 - 10:29:08 WIB   |  dibaca: 84 kali
Harga Sembako Tinggi

BELUM TURUN : Penjual cabai dan bawang menjajakan dagangannya di Pasar Baru Kranggot, Rabu (20/6).

CILEGON - Meski Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri telah usai, namun harga kebutuhan pokok atau sembako, termasuk bumbu dapur dan sayuran ternyata masih saja tinggi. Situasi itu terjadi sejak sepekan menjelang Lebaran.

Pantauan Banten Raya, Rabu (20/6), di Pasar Baru Kranggot, Kecamatan Jombang harga kebutuhan dapur seperti bawang putih, bawang merah, cabai merah, cabai rawit merah dan telur tidak beranjak turun. Kenaikan harga kebutuhan sudah terjadi sejak dua pekan lalu. Selain itu, beberapa pedagang juga mengaku jika pembeli saat ini juga masih sepi. Sementara, untuk harga sembako seperti beras, minyak goreng, dan daging terpantau sudah normal kembali.

Salah satu pedagang di Pasar Baru Kranggot, Wahyu (31) mengatakan, harga kebutuhan dapur saat ini belum turun. "Bawang merah saat ini per kilogram Rp 35 ribu, biasanya paling mahal Rp 24 ribu. Ini terjadi sejak menjelang Lebaran. Bawang putih per kilogram Rp 30 ribu biasanya Rp 24 ribu. Cabai rawit merah Rp 40 ribu biasanya Rp 30 ribu. Harga cabai merah biasanya Rp 25 ribu ini juga masih kami jual Rp 30 ribu," kata Wahyu saat ditemui di Pasar Baru Kranggot, kemarin.


Wahyu menjelaskan, harga sayur dan bumbu sudah naik sejak menjelang Lebaran. Namun, hingga Lebaran lebih enam hari harga tak berangsur turun. "Saat ini juga karena barangnya sulit, jadi mahal. Mungkin belum ada pengiriman karena truk masih dilarang melintas," jelasnya.


Wahyu berharap, dalam beberapa hari lagi harga akan kembali turun. "Saat ini pembeli juga sepi. Mungkin karena warga juga masih pada mudik,"Pedagang telur di Pasar Baru Kranggot, Andri (25) menerangkan, saat ini harga telur ayam masih di Rp 24.000 per kilogram yang sebelumnya Rp 22 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini disebabkan oleh tingginya permintaan telur ayam yang tinggi. "Harga telur ayam naik dari Rp22.000 ribu menjadi Rp24.000 per kg. Naiknya sampai Rp2.000 ribu,sebelum lebaran hingga sesudah lebaran ini harga telor tidak ada perubahaan," terangnya.


Andri menambahkan, meski terjadi kenaikan harga telur, tidak ada penurunan minat masyarakat terhadap telur ayam tersebut. "Meskipun naik enggak ada penurunan daya beli masyarakat untuk telur ini. Dalam sehari penjualan bisa mencapai 3-4 keranjang telur ayam yang terjual," tambahnya.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon Emma Hermawati mengatakan, pihaknya akan segera mencari tahu terkait penyebab tingginya harga kebutuhan pokok.

Namun, Ia juga mengakui jika saat Lebaran harga kebutuhan pokok mengalami peningkatan. Pihaknya juga sudah rutin melakukan pemantauan harga di pasar rakyat. "Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan akan kembali normal, seiring dengan kembali aktivitas warga pasca liburan," ucapnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook