Tarif Naik Dua Kali Lipat

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 21 Juni 2018 - 10:59:38 WIB   |  dibaca: 94 kali
Tarif Naik Dua Kali Lipat

SIDAK : Ketua DPRD Pandeglang, Gunawan berbicara dengan para penumpang saat sidak bersama Dishub Pandeglang, di Terminal Kadabanen, Rabu (20/6).

PANDEGLANG - Tarif angkutan Lebaran di Pandeglang naik dua kali lipat lebih. Tarif dari Pandeglang ke Jakarta, yang telah ditetapkan seperti hari biasa antara Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu, naik menjadi Rp 100 ribu.


Hal itu terungkap dalam sidak yang dilakukan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pandeglang, Dadan Tafif Danial bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pandeglang, Gunawan, di Terminal Kadubanen, Rabu (20/6) pagi. Sidak itu dilakukan menindaklanjuti aduan sejumlah penumpang yang mengeluh mahalnya tarif Lebaran.


Berdasarkan keputusan, tarif angkutan Lebaran dari Labuan ke Kalideres Rp 30 ribu, Pandeglang-Kalideres Rp 25 ribu, dan Serang-Kalideres Rp 20 ribu.Pantauan Banten Raya di lapangan, petugas Dishub dan Ketua DPRD langsung wawancarapara penumpang. Mereka menerima keluhan dari penumpang mengenai mahalnya tarif yang diminta awak bus, baik Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), maupun Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP).


Setelah menerima pengaduan para penumpang, petugas Dishub dan ketua DPRD pun menegur kondektur dan sopir. Mereka diminta untuk mengembalikan selisih ongkos dan diminta meminta ongkos sesuai tarif yang telah ditentukan pemerintah. "Kondektur segera kembalikan lagi uang penumpang yang bayar lebih. Jangan sekali-kali kalian meminta tarif yang melebihi ketentuan," tegas Ketua DPRD Pandeglang, Gunawan saat sidak.


Politisi Partai Golkar ini mengingatkan semua Pengusaha Otobus (PO) maupun sopir dan kondektur untuk mengikuti tarif Lebaran yang sudah ditetapkan pemerintah. Dia tidak menginginkan ada lagi angkutan umum yang menaikan tarif secara sepihak karena sudah memberatkan para penumpang.

Jika ada oknum sopir yang meminta tarif lebih ketentuan, Gunawan mengancam akan meminta Dishub untuk memberhentikan izin operasional PO tersebut. "Semua harus patuh dengan tarif yang ada. Semua kendaraan harus pasang stiker tarif Lebaran. Jangan terjadi lagi tarif yang melebihi ketentuan," katanya.


Gunawan meminta Dishub Pandeglang untuk tidak tinggal diam dengan mahalnya tarif angkutan umum. Dia menginstruksikan Dishub untuk melakukan pengawasan, dan memberikan teguran keras ke semua PO maupun sopir yang menaikan tarif angkutan secara sepihak. "Kalau masih berbuat semena-mena, cabut saja izin trayeknya. Yang saat ini sudah terdata segera dilakukan evaluasi dan dilaporkan oleh pihak Dishub ke pemilik bus supaya ditindaklanjuti,” ujarnya.


Gunawan juga mengimbau masyarakat untuk melapor jika ada kendaraan yang meminta tarif Lebaran lebih dari aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Dia juga memberikan nomor ponselnya kepada para penumpang agar segera melapor jika diminta tarif Lebaran tidak wajar. "Kalau memang ada yang menaikan dengan sepihak, saya minta penumpang untuk melaporkannya kepada saya, nanti kita tindak sesuai aturan," harapnya.


Aman, salah seorang penumpang, mengakui, tarif angkutan melebihi dari aturan pemerintah. “Saya mau ke Jakarta, tapi diminta ongkos Rp 100 ribu. Seharusnya kan hanya Rp 30 ribu," ungkapnya. Namun, lanjut Aman, setelah adanya kegiatan sidak itu selisih ongkos dari tarif yang tyelah ditentukan itu dikembalikan oleh kondektur.  "Makanya, Alhamdulillah dengan adanya kegiatan ini uang saya kembali lagi dan hanya bayar tarif normal,” kata warga Kecamatan Carita ini.


Berlin, penumpang lainnya, juga mengeluhkan mahalnya tarif Lebaran. Dia berharap dinas terkait untuk memberikan teguran ke semua kendaraan yang menaikan tarif secara sepihak. "Iya mahal. Saya mau ke Serang saja diminta ongkos Rp 50 ribu, padahal kan dalam aturan hanya bayar Rp 20 ribu. Gimana tidak mahal, pemerintah harus bertindak, jangan didiamkan begini. Kasihan yang mau mudik kerja habis Lebaran gini biasanya sudah tidak punya uang," harapnya.


Kepala Dishub Pandeglang, Dadan Tafif Daniel mengatakan, sudah memberikan imbauan ke semua PO untuk tidak menaikan tarif Lebaran diluar ketentuan. Untuk menghindari kejadian itu, Dadan mengaku akan melakukan pengawasan pemberlakukan tarif Lebaran. "Sebetulnya tarif sudah jauh-jauh hari kita sosialisasikan. Semua kendaraan AKAP dan AKDP sudah kita pasang stiker tarif. Kedepan pengawasannya akan kita tingkatkan lagi. Nanti kami buat teguran kepihak perusahaannya," tegasnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook